Bank Commonwealth dan Mastercard Kenalkan MicroMentor - Genjot Literasi dan Inklusi Keuangan

NERACA

Jakarta - PT Bank Commonwealth dan Mastercard memperkuat komitmennya dalam membantu perempuan pengusaha UMKM di Indonesia untuk menumbuhkan bisnisnya dengan meluncurkan platform MicroMentor, yang merupakan hasil dari kolaborasi dengan Mercy Corps Indonesia. Bank Commonwealth dan Mastercard telah bekerja sama sepanjang tahun lalu untuk memberikan pemahaman keuangan yang baik bagi perempuan pengusaha Indonesia melalui WISE Masterclass yang telah menjangkau lebih dari 1.000 perempuan pengusaha Indonesia.

Tak berhenti di situ, Bank Commonwealth dan Mastercard terus mewujudkan komitmen yang bisa memberikan dampak nyata dalam membantu perempuan pengusaha Indonesia dalam menumbuhkan bisnisnya melalui pendampingan secara digital menggunakan Platform MicroMentor.

MicroMentor merupakan jaringan sosial atau platform mentoring yang dibentuk untuk menghubungkan para pengusaha, relawan pengusaha berpengalaman dan profesional berpengalaman dari berbagai industri untuk melakukan one-to-one mentoring dengan para pengusaha kecil dan menengah khususnya perempuan pengusaha di Indonesia. Dengan platform ini, para pengusaha kecil dan menengah di Indonesia bisa mendapatkan informasi maupun berkonsultasi dengan para pakar bisnis maupun keuangan yang berpengalaman di mana saja dan kapan saja.

Berdasarkan data Bank Indonesia, total Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tahun 2018 mencapai 57,83 juta dengan lebih dari 60% dikelola oleh perempuan, yang berarti jumlah pelaku UMKM perempuan di Indonesia mencapai 37 juta. Angka tersebut menunjukkan bahwa dari segi jumlah, perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk memberi kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian negara, khususnya melalui sektor UMKM. Di sisi lain, kontribusi perempuan pengusaha terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia ternyata baru mencapai 9,1%, sedangkan sumbangan terhadap ekspor masih di bawah 5%. Dengan demikian masih terdapat ruang untuk mendorong peran perempuan dalam ekonomi.

Penelitian International Finance Corporation (IFC) dan USAID tahun 2016 mengungkapkan bahwa para perempuan pengusaha Indonesia tertarik untuk mendapatkan informasi guna mendukung pengembangan bisnis. Selain itu, sebagian besar perempuan pengusaha merasa lemah dalam hal manajemen keuangan dan ingin mengambil manfaat dari pelatihan pengembangan kewirausahaan.

Menurut penelitian The Canada-Indonesia Trade and Private Sector Assistance (TPSA) Project dan Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) tahun 2019, meskipun secara umum perempuan pengusaha Indonesia sangat tertarik untuk terus memperoleh informasi agar dapat mengembangkan bisnis mereka, namun mereka mempunyai beberapa penghalang yang cukup kompleks baik dari aspek sosiokultural, akses permodalan dan informasi, serta program pendampingan yang dapat membantu mereka secara menyeluruh.

Melihat kondisi tersebut, Bank Commonwealth meyakini bahwa kontribusi para pelaku jasa keuangan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia terutama perempuan. Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur Bank Commonwealth mengatakan, “Sejak tahun 2014, kami sudah memfokuskan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan kami untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dengan target perempuan pengusaha melalui program Women Investment Series (WISE),” katanya, saat peluncuran MicroMentor di Jakarta, Kamis (20/6).

Sementara itu menurut Mastercard Index of Women Entrepreneurs (MIWE) 2018, Indonesia menempati posisi ke-30 dari 57 negara dengan skor 62,4 pada tingkat peluang bagi perempuan untuk berwirausaha. Skor ini dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Menurut Indeks ini, perempuan di Indonesia menjalankan usahanya karena terdorong oleh kebutuhan ekonomi. Perempuan sama halnya dengan pria cenderung berwirausaha pada sektor informal yang tidak terlalu berbasis pada teknologi, berskala kecil dan dalam bentuk bekerja untuk diri sendiri.

BERITA TERKAIT

Serapan Lelang SBSN Capai Rp7,04 Triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

60% Pengguna Dapatkan Akses Pertama Kredit dari Kredivo

    NERACA   Jakarta - Kehadiran teknologi finansial telah memberikan ruang untuk turut mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia…

Palapa Ring Bikin Akses Fintech Tembus ke Daerah Terpencil

  NERACA   Jakarta - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai kehadiran Palapa Ring akan memudahkan peminjaman berbasis teknologi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Serapan Lelang SBSN Capai Rp7,04 Triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

60% Pengguna Dapatkan Akses Pertama Kredit dari Kredivo

    NERACA   Jakarta - Kehadiran teknologi finansial telah memberikan ruang untuk turut mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia…

Palapa Ring Bikin Akses Fintech Tembus ke Daerah Terpencil

  NERACA   Jakarta - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai kehadiran Palapa Ring akan memudahkan peminjaman berbasis teknologi…