KPK Ingatkan Pemkot Sukabumi Hati-Hati Kelola Anggaran

KPK Ingatkan Pemkot Sukabumi Hati-Hati Kelola Anggaran

NERACA

Sukabumi - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi agar berhati-hati berkaitan dengan penganggaran APBD, proses mutasi rotasi, serta pengadaan barang dan jasa. Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Koordinasi Supervisi Pencegahan KPK Wilayah Tugas Jawa Barat Tribudi Rohmanto usai Sosialisasi pencegahan korupsi terintegrasi di Balaikota Sukabumi, Kamis (20/6).

Ia mengatakan, dalam penganggaran APBD jangan sampai ada uang ketok palu ataupun dana pokir (pokok-pokok pikiran), sebab semua itu tidak ada dalam aturan. Untuk itu pokir DPRD harus disampaikan sebelum Rencana Kerja pemerintah Daerah (RKPD) ditetapkan."Pokir DPRD juga tidak boleh masuk atau disampaikan pada tahapan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dan penyusunan DPD," ujarnya.

KPK juga mengingatkan tentang pengadaan barang dan jasa, menurutnya itu juga harus bebas dari intervensi pihak manapun. Sebab, siapapun bebas dan berhak ikut serta dalam pengadaan barang dan jasa sesuai dengan aturan yang berlaku."Pengadaan barang juga tidak boleh ada intervensi dari pihak manapun, termasuk timses yang mengatasnamakan walikota ataupun wakil walikotanya," tandasnya.

Hal itu juga berlaku dalam proses mutasi dan rotasi pegawai. Karena proses tersebut juga harus berdasarkan asas sesuai kompetensi dan analisis jabatan (anjab). Jadi tidak ada intervensi juga dari pihak-pihak lain di luar pemerintahan Kota Sukabumi."Biarkan kepala daerah dan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) bekerja dengan ruang yang cukup untuk rotasi pegawai. Ingat proses di Kabupaten Cirebon itu yang terjadi, semua ada fee dan nilainya. Kalau ada hal seperti ini, tentu kami akan memberikan tindakan-tindakan yang tegas," tegasnya.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau tata kelola pemerintah tidak boleh ada uang titipan. Hal itu termasuk pungutan, suap, pemerasan, hingga gratifikasi. KPK akan terus memantau, termasuk di Kota Sukabumi."Kondisi saat ini, informasi bisa didapat dengan media apapun. Kami bisa dengan mudah memantau," akunya.

Sementara itu Wakil Walikota Sukabumi Andri Setiawan Hamami menegaskan, dalam pengadaan barang dan jasa tentunya harus dilakukan secara profesional. Tidak boleh ada intervensi dari pihak manapun."Tidak ada intervensi dari manapun. Kalau ada yang dimaksud silahkan laporkan langsung," tuturnya.

Apalagi lanjut Andri, Kota Sukabumi menargetkan nol persen korupsi. Hal itu akan menjadi keberhasilan bagi Pemkot Sukabumi, jika tidak terjadi accident dalam korupsi."Intinya harus bekerja secara profesional dan sesuai dengan aturan saja. Dan ini juga demi Kota Sukabumi lebih baik, semua pihak harus mencegah korupsi," ujar Andri.

Pencegahan korupsi juga bukan hanya dalam pengadaan barang dan jasa saja, melainkan masalah penganggaran APBD serta mutasi rotasi jabatan."Kita harus ada Bimtek. Sebab belum tentu semua OPD memahami. Harus disampaikan kepada OPD. Makanya saya mengimbau tata kelola pemerintah harus baik," pungkas Andri. Arya

BERITA TERKAIT

Dewan Sukabumi Akan Mendapatkan Dana Purnabakti

Dewan Sukabumi Akan Mendapatkan Dana Purnabakti  NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta untuk anggota…

KPK : Pencegahan Korupsi di Pemkot Bandung Perlu Disempurnakan

KPK : Pencegahan Korupsi di Pemkot Bandung Perlu Disempurnakan NERACA Bandung - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai, Pemerintah Kota (Pemkot)…

Polri Semakin di Hati Masyarakat

Polri Semakin di Hati Masyarakat NERACA Jakarta - Tepat 1 Juli 2019 lalu Kepolisian Republik Indonesia sudah berumur 73 tahun,…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir NERACA Jakarta -  Chairman of Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko mengatakan saat ini,…

Raih Kesempatan Memenangkan Samsung Note 9 di Liga Rempah Nusa

Raih Kesempatan Memenangkan Samsung Note 9 di Liga Rempah Nusa NERACA Jakarta - Hadir dengan konsep masakan nusantara, Restoran Rempah…

Hadir di GIIAS 2019, SBD Luncurkan Sejumlah Produk Inovatif Anyar

Hadir di GIIAS 2019, SBD Luncurkan Sejumlah Produk Inovatif Anyar  NERACA Jakarta, - Stanley Black & Decker (SBD), perusahaan perkakas…