Kekhawatiran Indeks Soal Tolak BBM Naik Dinilai “Lebay”

Neraca

Jakarta – Sentimen negatif aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), pada akhirnya tidak menganjal pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa kemarin. Pasalnya, indeks ditutup menguat naik 47,68 poin atau 1,18% ke posisi 4.079,38.

Menurut pengamat pasar modal dari HD Capital Yuganur Wijanarko, ketakukan pelaku pasar mengenai efek dari demonstrasi anti kenaikan BBM adalah berlebihan dan justru sebaliknya indeks sedang mengalami tren pergerakan menguat, “Sebaliknya IHSG malah memperlihatkan tanda optimisme tren positif ke depan," katanya di Jakarta, Selasa (27/3).

Dia menuturkan, indeks BEI masih berada pada level support 4.008-3.850 dan 3.750 dan resistence 4.080-4.175. Sementara Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, kondisi Bursa Efek Indonesia di tengah rencana aksi unjuk rasa besar-besaran menolak kenaikan BBM merupakan kesempatan bagi investor untuk melakukan akumulasi beli saham-saham berfundamental bagus.

Kata Edwin, pembelian saham-saham berfundamental bagus ini dilakukan terlebih jika harganya terjadi penurunan. "Saat saham-saham bagus mengalami penurunan, maka itu merupakan kesempatan akumulasi beli,"ungkapnya.

Bahkan Edwin menyakini, bursa Indonesia sendiri berpeluang menguat dalam perdagangan Selasa mengingat akan dikerahkannya sekitar 22 ribu polisi (di luar tentara) untuk mengamankan aktivitas unjuk rasa di Jakarta. "Saya melihat sangat kecil kemungkinan akan terjadi peristiwa seperti tahun 1998 karena kondisi saat ini jauh berbeda baik dari sisi ekonomi maupun polkamnya," ulasnya.

Sementara Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada menuturkan, penguatan indeks membuktikan bila sentimen aksi anti BBM naik tidak memberikan dampak berarti bagi indeks BEI. Pasalnya, penguatan indeks didukung oleh sentimen positif bursa regional yang ditutup menguat.

Sedangkan analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menjelaskan, dibalik penguatan indeks BEI dipengaruhi aksi beli terhadap saham-saham unggulan yang dilakukan investor asing. Alhasil, indeks mampu keluar dari tekanan dan ditutup menguat. (bani)

Related posts