Times Line Berencana Beli Tiga Kapal Baru - Perluas Pelayanan Pelabuhan

Pacu pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) atau Times Line perluas layanan pelabuhan dengan menggandeng kerjasama operasional (KSO) dengan Mentari Line. Dimana melalui kerjasama ini, perseroan bisa meningkatkan pelayanan dengan cakupan 82 pelabuhan dari sebelumnya hanya 41 pelabuhan.

Kata Direktur Utama PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk, Sutikno Khusumo, dengan kerjasama dan perluasan pelayanan pelabuahan bisa meningkatkan kinerja keuangan. Asal tahu saja, perseroan tahun ini menargetkan pendapatan Rp 2,6 triliun atau naik dari 2018 Rp 2,3 triliun dan laba bersih sebesar Rp 200 miliar.”Maka untuk memenuhi peningkatan volume angkutan muat tersebut, perseroan bakal membeli tiga kapal dan peremajaan kapal yang ada di tahun depan,”ujarnya di Jakarta, kemaarin.

Menurutnya, lewat kerjasama tersebut bisa meningkatkan konektivitas antarpulau, membangun perekonomian daerah, menekan disparitas harga dan menekan angka impor. Melalui perluas pelayanan pelabuhan tersebut, lanjutnya, perseroan ingin berkontribusi pada program pemerintah terkait pemeraraan ekonomi, khususnya di daerah-daerah 3TP (terluar, terpencil, terbelakang dan perbatasan).

Sutikno Khusumo menyebutkan, sejauh ini tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif yang menandakan adanya peningkatan daya beli. "Hal ini berpeluang positif juga bagi kami, karena akan berdampak pada peningkatan volume angkutan peti kemas untuk distribusi barang," papar Sutikno Khusumo.

Di tempat yang sama, Direktur PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk Faty Khusumo mengungkapkan, untuk meningkatkan pelayanan dengan cakupan 82 pelabuhan, perseroan akan membeli satu unit kapal dengan kapasitas volume pengangkutan 2.700-4.000 TEUs dan dua unit kapal kapasitas 300-400 TEUs.”Selain itu, ada tambahan empat unit QC dan enam unit RTG serta kontainer. Untuk semua tambahan kapal tersebut, kami akan membelanjakan Rp 750 miliar," ungkap Faty Khusumo.

Sebagaimana diketahui, pada 2018 TMAS mencatatkan pendapatan senilai Rp 2,32 triliun atau meningkat 16 persen. Sedangkan, laba bersih di 2018 sebesar Rp 34,82 miliar. Pada kuartal I-2019, laba bersih TMAS mencapai Rp 42,32 miliar atau meningkat 25% (yoy) yang ditopang pendapatan usaha yang naik 9% menjadi Rp 608,16 miliar

Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) kemarin menyetujui agenda perusahaan. Dimana perseroan berencana melakukan stock split saham 1:5 guna meningkatkan likuiditas di pasar dan perubahan nama perseroan menjadi Times Line dari sebelumnya PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. Selain itu, agenda RUPS lainnya juga menyetujui akis korporasi perseroan yang akan membawa anak usahanya go public di semester pertama tahun 2020.

Direktur PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk, Lina Santi menuturkan, penawaran umum saham perdana atau initial public offerung (IPO) anak usaha perseroan adalah PT Escorindo Stevedoring. “Maksud dari IPO adalah memberi kesempatan masyarakat jadi pemilik saham perseroan yang bergerak di pelabuhan,”ungkapnya.

Namun sayangnya, perseroan belum memberikan penjelasan lebih detail terkait aksi korporasi tersebut karena masih akan digodok oleh tim.

BERITA TERKAIT

Depok Tingkatkan Pelayanan Publik dengan Teknologi Informasi

Depok Tingkatkan Pelayanan Publik dengan Teknologi Informasi NERACA Depok - Pemerintah Kota Depok berusaha memperbaiki layanan publik dengan memanfaatkan teknologi…

RI Catat Potensi Transaksi US$ 70,03 Juta di Selandia Baru

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda menyampaikan, kegiatan penjajakan kesepakatan dagang (one-on-one business matching) yang…

Perkenalkan Fortofolio Bisnis - Astra Tampil di 1st Pacific Expo Selandia Baru

NERACA Jakarta – Menunjukkan eksistensinya di dunia internasional, PT Astra Internasional Tbk (ASII) menjadi satu dari lebih dari 100 perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…