IPCC Targetkan Pendapatan Tumbuh 25% - Pasar Kondusif Pasca Pemilu

NERACA

Jakarta – Ketegagangan pasar global akibat perang dagang Amerika dan China, dipastikan tidak mempengaruhi bisnis angkutan muat ekspor impor PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC). Bahkan sebaliknya, anak usaha dari PT Pelindo (II) menargetkan pendapatan bisa naik antara 20%-25% pada tahun ini, di mana kinerja semester II bisa berkontribusi sebanyak 65%. Adapun, laba diproyeksi naik 30%.

Direktur Utama IPCC, Chiefy Adi K. Mengatakan, realiasasi pendapatan antara kuartal I/2018 dibandingkan dengan kuartal I/2019 memang hanya tumbuh 2%. Namun, hal itu disebabkan oleh ketidakpastian iklim ekonomi akibat dari pemilihan umum.”Kalau semester satu ini hampir mirip dengan kuartal I dan II karena ini baru selesai pemilihan presiden. Tapi setelah Juni ini kami yakin akan tumbuh pesat karena sekarang saja sudah mulai penumpukan mobil,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pemilihan umum mempengaruhi kinerja pendapatan perseroan secara signifikan sebab banyak tender alat berat ditangguhkan sampai suasana kondusif. Kendati demikian Chiefy optimistis pendapatan tahun ini bisa naik 20%-25% dibandingkan dengan tahun lalu. Begitu pun laba bisa naik sampai 30% atau sekitar Rp200 miliar pada akhir tahun.Sampai dengan kuartal I/2019, IPCC telah membukukan laba sebanyak Rp49,08 miliar naik 29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perseroan menekan beban usaha 7% menjadi Rp60,64 miliar dari posisi sebelumnya Rp65,52 miliar. Dengan begitu sekalipun pendapatan tumbuh tipis, Chiefy yakin target akhir tahun bisa terealisasi.”Kuartal I/2019 kita dapat laba Rp49 miliar itu pun dengan kondisi yang tidak proporsional. Masuk semester II ini pasti laba dan pendapatan akan naik besar. Semester II ini akan berkontribusi atas 65% pendapatan IPCC, sedangkan semester I sejauh ini 35%,” katanya.

Selain efisiensi, IPCC juga menerapkan strategi penyediaan jasa terminal kendaraan sebagai ekosistem rantai logistik. Anak perusahaan PT Pelindo II Tbk, itu bekerjasama untuk melayani urusan dokumen ekspor-impor. “Kami memudahkan importir memudahkan pengurusan dokumen ke bea cukai dan kami dapat margin dari situ,”tuturnya.

IPCC juga akan menyiapkan lahan penumpukan secepatnya sehingga kargo yang menumpuk di luar bisa dipindahkan kesini. Pasalnya, pemerintah menetapkan kebijakan simplifikasi impor supaya pemilik kargo bisa menghemat Rp30 miliar dibandinkan menumpuk di luar negeri. “Kalau menumpuk disini lebih murah tapi kita harus sediakan lahan yang luas. Jadi ekspansi lahan jadi strategi kami,”ungkapnya.

Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) menyepakati untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp102,11 miliar. Menurut Chiefy Adi Kusmargono, aksi korporasi ini merupakan bagian dari komitmen perseroan kepada para pemegang saham.”Dalam RUPST 2018 tersebut telah disampaikan bahwa dividen yang akan dibagikan sebanyak 60% dari laba tahun berjalan 2018,"jelasnya.

Adapun laba tahun berjalan 2018 sebesar Rp170,18 miliar. Dengan demikian, besaran dividen yang akan dibagikan mencapai Rp102,11 miliar. Sementara sisanya sebanyak 40% akan digunakan untuk laba ditahan.

BERITA TERKAIT

Debut Perdana di Pasar Modal - HDIT Catatkan Oversubscribed 39,57 Kali

NERACA Jakarta – Perusahaan yang bergerak di bisnis financial teknologi (fintech), PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) secara resmi mencatatkan…

Pasar Industri Plastik dan Karet Masih Prospektif

NERACA Jakarta – Industri plastik dan karet merupakan sektor manufaktur yang dinilai masih memiliki peluang pasar cukup besar. Produk yang…

Rencanakan Go Public - Softex Indonesia Bidik Dana di Pasar Rp 7 Triliun

NERACA Jakarta  -Satu lagi antrian panjang perusahaan yang berniat go public tahun ini adalah PT Softex Indonesia. Hal tersebut disampaikan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Catatkan Penjualan Lahan 25,3 Hektar - DMAS Masih Mengandalkan Kawasan Industri

NERACA Jakarta – Kejar target penjualan, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih fokus mengembangkan kawasan industri. Apalagi, perseroan menerima permintaan lahan…

Targetkan Pembiayaan Rp 1 Triliun - Astra Finacial Tawarkan Promo Bunga 0%

NERACA Jakarta – Proyeksi pasar otomotif dalam negeri yang masih lesu, menjadi tantangan bagi pelaku industri otomotif untuk terus menggenjot…

Perkenalkan Fortofolio Bisnis - Astra Tampil di 1st Pacific Expo Selandia Baru

NERACA Jakarta – Menunjukkan eksistensinya di dunia internasional, PT Astra Internasional Tbk (ASII) menjadi satu dari lebih dari 100 perusahaan…