Pemprov DKI Jakarta Kebagian Rp 100 Miliar - Dividen Delta Djakarta Naik 88,3%

NERACA

Jakarta – Di balik rencana pemerintah provinsi DKI Jakarta menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA), rupa emiten produsen minuman beralkohol ini tetap royal membagikan dividen kepada pemegang saham dan termasuk Pemda DKI Jakarta. Keputusan perseroan membagikan dividen telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Hasil RUPS menyepakati untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp478 per saham untuk tahun buku 2018.Direktur Delta Djakarta, Alan DV Fernandez mengatakan, pemegang saham menetapkan sebesar Rp382,72 miliar atau setara dengan Rp478 per saham sebagai dividen yang dibagikan kepada pemegang saham untuk tahun buku 2018. “Nilai dividen ini setara dengan 110,1% dari laba bersih 2018 sebesar Rp338,07 miliar,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dividend payout ratio untuk tahun buku 2018 sebesar 110,1% atau tumbuh 88,3% dibandingkan dengan dividend payout ratio untuk tahun buku 2017 sebesar 74% atau senilai Rp 208,17 miliar. Dengan demikian, nilai dividen juga meningkat dari Rp260 per saham untuk tahun buku 2017 menjadi Rp478 per saham untuk tahun buku 2018.Dari jumlah tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperoleh dividen senilai Rp 100,47 miliar atas kepemilikan sebesar 26,25% saham di perusahaan produsen minuman beralkohol tersebut. Jumlah penerimaan ini lebih tinggi ketimbang dengan perolehan dividen di tahun lalu yang hanya sebesar Rp 48,57 miliar dari kepemilikan 23,34%.

Alan menjelaskan, dividen yang dibagikan kepada pemegang saham diperoleh dari seluruh laba bersih 2018, sedangkan sisanya berasal dari laba ditahan perseroan.Dividen berasal dari 100% penggunaan laba bersih 2018, sisanya dari laba ditahan yang belum dialokasikan. Dirinya menjelaskan payout ratio yang lebih tinggi untuk tahun buku 2018 karena pada tahun lalu perseroan membukukan kinerja positif.

Tercatat sepanjang tahun 2018 kemarin, DLTA membukukan penjualan bersih sebesar Rp893 miliar pada 2018, naik 14,88% dari 2017 sebesar Rp777,31 miliar. Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp338,07 miliar, naik 20,84% dari 2017 sebesar Rp279,77 miliar."Payout ratio naik karena beberapa tahun lalu kami mengalami Permendag No.6/2015 yang dampaknya besar bagi perusahaan. Sehingga di 2018, kami membagikan dividen lebih besar sebagai apresiasi kepada pemegang saham," katanya.

Sementara di kuartal pertama 2019, laba bersih DLTA tercatat Rp 85,6 miliar atau turun 1,28% dibanding priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 86,7 miliar. Direktur Pemasaran DLTA, Ronny Titiheruw, mengungkapkan bahwa penurunan laba bersih disebabkan adanya tekanan aturan di beberapa daerah yang membuat distribusi Anker Bir menyusut. Selain itu, faktor kenaikan cukai pada Januari 2019 juga mempengaruhi daya beli masyarakat.

Pihaknya berharap terjadi perbaikan kinerja keuangan pada semester II 2019. Upaya yang saat ini sedang dilakukan yaitu penetrasi pasar ke daerah-daerah wisata. "Indonesia Timur, seperti Labuan Bajo, Bali, khususnya kita akan upayakan membuka peluang di daerah-daerah wisata," tuturnya.

BERITA TERKAIT

Zurich Jamin Kesehatan Hingga Rp30 miliar - Luncurkan Produk Critical Advantage

    NERACA   Jakarta - Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi untuk penyakit kritis yaitu Zurich Critical Advantage (ZCA). Produk…

Investasikan Dana Rp 87,68 Miliar - Unitras Borong 22,6 Juta Saham Saratoga

NERACA Jakarta -PT Unitras Pertama memborong 22,6 juta saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) untuk investasi. Dalam siaran persnya…

Pemprov Jabar-Maluku Utara Sepakati Kerja Sama 25 Bidang

Pemprov Jabar-Maluku Utara Sepakati Kerja Sama 25 Bidang NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) dan Pemprov Maluku…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…