Pemerintah Patok Harga Batu Bara Acuan Juni US$81,48/Ton

NERACA

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mematok harga batu bara acuan pada bulan Juni 2019 sebesar 81,48 dolar AS per ton. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pada tanggal 1 Juni 2019 telah menetapkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 92 K K/30/MEM/2019 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu bara Acuan untuk Bulan Juni Tahun 2019. Kepmen tersebut menetapkan Harga Batu bara Acuan (HBA) dan Harga acuan untuk 20 mineral logam (Harga Mineral Acuan/HMA).

"Kepmen yang mengatur HBA dan HMA bulan Juni sudah keluar. HBA dan HMA yang telah ditetapkan ini akan digunakan sebagai dasar perhitungan Harga Patokan Batu bara dan Mineral di bulan ini," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (Biro KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, disalin dari Antara.

HBA Juni 2019 ditetapkan sebesar 81,48 dolar AS per ton. "Harga batu bara acuan telah ditetapkan sebesar 81,48 dolar AS per ton. Harga ini mengalami penurunan tipis, yakni 0,38 dolar AS dari HBA Mei 2018 sebesar 81,68 dolar AS per ton," tambah Agung.

HBA adalah harga yang diperoleh dari rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platss 5900 pada sebelumnya. Kualitasnya disetarakan pada kalori 6322 kcal per kg GAR, Total Moisture 8 persen, Total Sulphur 0,8 persen dan Ash 15 persen.

Sementara HMA komoditas nikel ditetapkan 12.100,00 dolar AS per dry metric ton (dmt), turun dari 13.000,91 dolar  AS per dmt dari HMA Mei 2019. Untuk komoditas kobalt ditetapkan 34.750,00 dolar AS per dmt, naik dari 32.320,45 dolar AS per dmt dari HMA Mei 2019. Harga timbal turun dari 1.977,25 dolar AS per dmt pada HMA Mei 2019 menjadi 1.863,53 dolar AS per dmt.

Harga seng turun dari 2.940,43 dolar AS per dmt pada HMA Mei 2019 menjadi 2.818,39 dolar AS per dmt, sedangkan HMA aluminium naik dari 1.865,59 dolar  AS per dmt menjadi 1.801,86 dolar AS per dmt. Untuk tembaga, HMA Juni 2019 ditetapkan 6.218,67 dolar AS per dmt, naik dari 6.422,16 dolar  AS per dmt pada HMA Mei 2019.

Di samping komoditas mineral di atas, sebagian komoditas mineral mengalami kenaikan harga dan sebagian lainnya mengalami penurunan, daftarnya adalah sebagai berikut. Emas sebagai mineral ikutan: 1.283,69 dolar/ounce, turun dari 1.296,44 dolar/dmt dari HMA Mei 2019. Perak sebagai mineral ikutan: 14,82 dolar/ounce, turun dari 15,19 dolar/ounce dari HMA Mei 2019. Ingot timah Pb 300: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan.

HMA adalah salah satu variabel dalam menentukan Harga Patokan Mineral (HPM) logam berdasarkan formula yang diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 2946 K/30/MEM/2017 tentang Formula Untuk Penetapan Harga Patokan Mineral Logam. HMA ini menjadi salah satu variabel untuk menentukan HPM. Variabel penentuan HPM logam lainnya adalah nilai/kadar mineral logam, konstanta, corrective factor, treatment cost, refining charges, dan payable metal.

Besaran HMA ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan dan mengacu pada publikasi harga mineral logam pada index dunia, antara lain oleh London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).

Harga Batu bara Acuan (HBA) pada Mei 2019 turun menjadi 81,86 dolar AS per ton, atau turun 6,99 dolar AS per ton DIBANDINGKAN bulan sebelumnya yang sebesar 88,85 dolar AS per ton. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam informasi tertulis menjelaskan, penurunan HBA ini dipengaruhi oleh adanya kebijakan atas pembatasan impor batu bara oleh beberapa negara Asia Timur dan Asia Barat, khususnya Tiongkok dan India.

"Saat ini Tiongkok hingga India mulai mengurangi suplai batu bara mereka dari Indonesia. Mereka melakukan proteksi impor dengan memperbanyak produksi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan domestiknya," jelas Agung.

Harga ini meneruskan tren komoditas batu bara yang mengalami penurunan sejak akhir tahun lalu. Secara berurutan, harga batu bara sempat berada di kisaran 100,89 dolar AS per ton pada Oktober 2018. Kemudian, harganya melorot menjadi 97,90 dolar AS per ton pada November dan sebesar 92,51 dolar AS per ton pada Desember 2018.

Penurunan harga pun berlanjut ke 2019 ini. Harga BATU bara sebesar 92,41 dolar AS per ton pada Januari, sebesar 91,80 dolar AS per ton pada Februari, dan turun lagi menjadi 90,57 dolar AS per ton pada Maret dan 88,85 dolar AS per ton pada April.

BERITA TERKAIT

Perlu Tingkatkan Sinergi Perlindungan Konsumen

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengajak pemerintah daerah (pemda) meningkatkan sinergi dalam menyusun strategi penyelenggaraan program perlindungan…

Niaga Internasional - BPDP-KS Pastikan Tak Ada Pungutan Ekspor Sawit Hingga Akhir 2019

NERACA Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sepakat tidak melakukan pungutan ekspor sawit sampai akhir 2019, guna…

Serap 200 Ribu Naker, Ekspor Industri Batik Tembus USD18 Juta

NERACA Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan industri batik merupakan salah satu sektor yang cukup banyak membuka lapangan pekerjaan.…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Perlu Tingkatkan Sinergi Perlindungan Konsumen

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengajak pemerintah daerah (pemda) meningkatkan sinergi dalam menyusun strategi penyelenggaraan program perlindungan…

Niaga Internasional - BPDP-KS Pastikan Tak Ada Pungutan Ekspor Sawit Hingga Akhir 2019

NERACA Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sepakat tidak melakukan pungutan ekspor sawit sampai akhir 2019, guna…

Serap 200 Ribu Naker, Ekspor Industri Batik Tembus USD18 Juta

NERACA Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan industri batik merupakan salah satu sektor yang cukup banyak membuka lapangan pekerjaan.…