Tinggal Isu BBM, IHSG Masuki Tren Penguatan

Neraca

Jakarta – Khawatiran pelaku pasar soal aksi penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) memelahkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), ternyata tidak terbukti. Pasalnya, indeks Selasa ditutup menguat mengikuti sentimen positif bursa regional.

Indeks BEI Selasa ditutup naik 47,68 poin atau 1,18% ke posisi 4.079,38. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 8,86 poin atau 1,27% ke posisi 703,97 poin. "Penguatan bursa saham dalam negeri sudah terlihat dari awal pembukaan Selasa merespon bursa saham regional yang positif,”kata Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (27/3).

Menurutnya, sentimen positif bursa regional yang dibuka menguat berimbas terhadap indeks yang melewatkan ketakutan dibalik aksi penolakan BBM. Karena penguatan saham-saham di kawasan regional tidak bisa lepas dari positifnya bursa Amerika Serikat dan Eropa yang di dorong kebijakan The Fed untuk menstimuluskan ekonominya.

Sementara analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, dibalik penguatan indeks BEI dipengaruhi aksi beli terhadap saham-saham unggulan yang dilakukan investor asing. Alhasil, indeks mampu keluar dari tekanan dan ditutup menguat.

Berikutnya, dia memperkirakan pergerakan indeks BEI Rabu akan kembali menguat dalam kisaran yang terbatas di level 4.049-4.105. Pada perdagangan kemarin, seluruh indeks sektoral menghijau akibat aksi beli. Saham-saham berbasis properti memimpin penguatan bursa dengan tumbuh 2,37%. Investor asing dan lokal sama-sama agresif mengakumulasi saham.

Tercatat transaksi investor asing melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 406,331 miliar di seluruh pasar. Sementara perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 131.676 kali pada volume 8,23 juta lot saham senilai Rp 4,743 triliun. Sebanyak 179 saham naik, sisanya 78 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Hero Supermarket (HERO) naik Rp 3.850 ke Rp 23.250, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.000 ke Rp 53.800, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.250 ke Rp 72.850, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.100 ke Rp 42.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Myoh Teknologi (MYOH) turun Rp 300 ke Rp 5.000, Chandra Asri (TPIA) turun Rp 250 ke Rp 2.200, Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 19.300, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 100 ke Rp 2.450.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik 24,236 poin (0,06%) ke level 4.055,941. Sementara Indeks LQ 45 menguat 4,845 poin (0,69%) ke level 699,952. Rupanya, demo penolakan BBM di Jakarta yang berlangsung aman memberikan sentimen positif terhadap pergerakan indeks. Indeks yang disemangati bursa regional dan global terus melaju di zona hijau.

Seluruh indeks sektoral di lantai bursa ikut menghijau akibat aksi beli tersebut. Saham-saham berbasis perdagangan memimpin penguatan bursa dengan tumbuh 1,36%. Investor asing dan lokal sama-sama agresif mengakumulasi saham.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 61.345 kali pada volume 3,593 juta lot saham senilai Rp 2,197 triliun. Sebanyak 133 saham naik, sisanya 95 saham turun, dan 179 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Hero Supermarket (HERO) naik Rp 3.600 ke Rp 23.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 ke Rp 52.900, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 42.500, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 650 ke Rp 32.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Chandra Asri (TPIA) turun Rp 200 ke Rp 2.250, Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 19.350, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 150 ke Rp 52.200, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 150 ke Rp 15.150.

Pada awal perdagangan, indeks dibuka naik 13,64 poin atau 0,34% ke posisi 4.045,35. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,20 poin atau 0,50% ke posisi 698,58 poin. "Bursa Asia pagi dibuka `rebound` terutama bursa Jepang yang menguat 1,7% memfaktorkan sentimen positif dari bursa AS dan Eropa tadi malam," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia mengemukakan, bursa AS dan Eropa ditutup menguat di awal perdagangan pekan ini memfaktorkan rilis data "business confidence index" Jerman yang diluar ekspektasi naik. Kemudian sentimen positif juga datang dari pernyataan Gubernur The Fed yang masih berkomitmen untuk melakukan kebijakan moneter ekspansif untuk terus menstimulus pasar tenaga kerja AS.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah Thailand menaikkan asumsi pertumbuhan produk domestik bruto (GDP)-nya dari lima persen menjadi 5,5% yang diperkirakan akan kembali menjadi sentimen positif terutama bagi sektor otomotif di Indonesia.

Sementara, analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan mengatakan, pada perdagangan indeks Selasa secara teknikal bergerak "mixed" pada kisaran 4010-4065 poin. "Adanya kekhawatiran krisis utang Eropa akan kembali bergejolak dan pengumuman data penjualan rumah di AS pada bulan Februari akan memberikan sentimen terhadap indeks," ungkapnya

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 301,60 poin (1,46%) ke level 20.970,46, indeks Nikkei-225 naik 174,96 poin (1,75%) ke level 10.193,20 dan Straits Times menguat 25,98 poin (0,87%) ke level 3.000,48.(bani)

Related posts