Saham Communication Cable Melonjak 30,4% - Catatkan Oversubscribed 2,5 Kali

NERACA

Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CSSI) dibuka langsung melonjak 30,4% ke level Rp326. Emiten produsen kabel ini melepas 200 juta lembar saham atau setara dengan 20% modal disetor dan ditempatkan dalam penawaran umum saham perdana (IPO) dengan harga Rp250 dengan dana yang dikantungi sebesar Rp 50 miliar.

Corporate Finance Head UOB Kay Hian Sekuritas yang juga penjamin emisi, John Octavianus mengatakan, respons investor terhadap penawaran umum CCSI sangat baik dan telah terjadi oversubscribe selama fase bookbuilding pada Mei hingga 2,5 kali.”Selama itu, permintaan yang masuk mencapai Rp125 miliar di mana nilai emisi IPO CCSI sebesar Rp50 miliar,"ujarnya di Jakarta, Selasa (18/6).

Adapun dana yang dihimpun dalam IPO ini akan digunakan emiten yang bergerak di industri kabel serat optik, kabel listrik dan elektronik lainnya, serta industri pipa plastik dan perlengkapannya ini untuk keperluan belanja modal. Perseroan menyampaikan, sebanyak 93% dari hasil IPO akan dipakai untuk belanja modal dan sisanya untuk keperluan modal kerja sehubungan dengan rencana perseroan dalam mengembangkan proyek fiber submarine cable pada periode 2019-2020.

Sebagai informasi, CSSI menjadi emiten ke-15 yang mencatatkan sahamnya di bursa sepanjang tahun ini. Peter Djatmiko, Presiden Direktur PT CCSI Tbk. menyampaikan bahwa langkah perseroan untuk menjadi perusahaan tercatat adalah bagian strategis dalam meningkatkan kapasitas pendanaan dan tata kelola perusahaan yang lebih baik."Kehadiran CCSI di pasar modal diharapkan memberokan nilai tambah yang optimal kepada stakeholders dan shareholders,"ujarnya.

CCSI telah beroperasi sejak 1996 dan memiliki kapasitas produksi kabel fiber hingga 1,6 juta kilometer per tahun. Perseroan juga memproduksi kabel bawah laut di Indonesia. Adapun, CCSI jugamemasok kabel laut serat optik daratdan pipa HDPE untuk proyek Palapa Ring. Kini pangsa pasar perseroan sekitar 15% untuk penjualan kabel.

Pendapatan CCSI pada 2017 dan 2018 masing-masing tercatat senilai Rp256 miliar dan Rp445 miliar. Laba tahun berjalan perseroan pada 2017 dan 2018 masing-masing senilai Rp20 miliar dan Rp35 miliar. Total aset yang dimiliki oleh perseroan pada 2018 senilai Rp347,46 miliar. Aset tersebut terdiri dari liablitas dan ekuitas masing-masing senilai Rp124,27 miliar dan Rp223,19 miliar.

Dalam risetnya, UOB Kay Hian Sekuritas memproyeksikan bahwa CCSI berpotensi memiliki laba per saham 35,5% CAGR selama 2019-2021. Alasannya, pasar infrastruktur serat optik yang kurang ditembus, peningkatan teknologi ke 4G dan 5G, permintaan untuk kabel yang akan digunakan dalam menghubungkan rumah dan bisnis ke tulang punggung infrastruktur proyek Palapa Ring, dan pendapatan berulang dari bisnis penyewaan serat optik yang menawarkan margin kotor lebih dari 85%.

BERITA TERKAIT

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…

PTPP Catatkan Kontrak Baru Rp 14,81 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan bulan ke-6 tahun ini, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…