Danamon Akui Pembatasan DP Kredit Berdampak Positif

NERACA

Jakarta-- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mengaku tak terlalu khawatir dengan aturan Bank Indonesia (BI) dan Bapepam-LK terkait aturan pembatasan uang muka (down payment/DP). Yang jelas,aturan loan to value (LTV) untuk KPR sebesar 30% dan DP kendaraan bermotor sebesar 20% sampai 25% sama sekali tak berpengaruh pada kinerja Bank Danamon. Justru malah berdampak positif. “kita menyikapinya positif," ujar Direktur Keuangan Danamon Vera Eve Lim di Jakarta,27/3

Vera menegaskan ketentuan yang dikeluarkan BI tersebut tidak akan membuat perseroan mengubah sektor bisnis. Malah Danamon optimistis ketentuan DP ini tidak akan mempengaruhi target kredit konsumsi. "Ketentuan LTV dinilai positif dan akan dipelajari dampaknya ke depan oleh perseroan, LTV dalam hal ini untuk manajemen risiko,”tambahnya.

Lebih jauh Vera menambahkan sektor kredit konsumsi adalah salah satu penyumbang kontribusi besar terhadap kinerja perseroan. "Saya yakin kredit sektor mass market perseroan tahun ini masih bisa tumbuh hingga 20%," tuturnya.

Menyinggung soal laba tampaknya perseroan berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp3,336 triliun. Laba bersih ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang kuat di segmen-segmen mass market dan usaha kecil dan menengah (UKM) serta pertumbuhan dalam fee based income.

Sedangkan satu persen dari laba bersih atau Rp33,36 miliar akan dialokasikan sebagai cadangan umum sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas. Sisa dari laba akan dibukukan sebagai laba ditahan. Pada September 2011, Danamon melaksanakan penawaran saham terbatas atau right issue sebesar Rp5 triliun. Penawaran saham terbatas tersebut, meningkatkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) konsolidasi Danamon dari 16 persen di 2010, mencapai 17,5% pada akhir 2011. "Posisi CAR ini jauh di atas peraturan tingkat kecukupan modal minimum bagi perbankan, yaitu delapan persen," jelas dia.

Danamon melaporan realisasi penggunaan dana dari right issue yang dialokasikan untuk pembiayaan ke sektor automotif serta kredit untuk sektor usaha kecil dan menengah dan sektor usaha mikro. **cahyo

Related posts