HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA

Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) masih optimis pencapaian kinerja keuangan tahun ini tumbuh positif. Pada kuartal I/2019, meski penjualan bersih perseroan tumbuh 4,78% menjadi Rp398,62 miliar, tetapi laba perseroan tertekan 4,21% menjadi Rp25,49 miliar.

Presiden Direktur Buyung Poetra, Sembada Sukarto Bujung memperkirakan, laba perseroan pada kuartal II/2019 lebih baik dibandingkan dengan laba bersih kuartal sebelumnya. Sebab, harga beli bahan baku mulai turun pada April-Juni 2019 seiring dengan masa panen raya. “Adapun, laba yang tertekan pada kuartal I/2019 disebabkan tingginya harga bahan baku yang tinggi karena masa panen raya yang bergeser ke April akibat cuaca. Panen raya yang mundur beberapa hari berakibat naiknya harga bahan baku sekitar 1%-2%.”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, kinerja kuartal II/2019 turut didorong penjualan selama Ramadan dan Lebaran yang meningkat sekitar 5%-10%. Sukarto memperkirakan penjualan semester I/2019 sesuai dengan target pertumbuhan tahunan sebesar 15%.Berdasarkan laporan keuangan 2018, HOKI mencetak penjualan dan laba bersih masing-masing sebesar Rp1,43 triliun dan Rp90,20 miliar atau naik sebesar 18,32% dan 88,07% secara tahunan.

Sebagai informasi, tahun ini HOKI mengincar penjualan dapat meningkat 15% pada 2019 atau sekitar Rp1,65 triliun,”Kami melihat kuartal II/2019 lebih baik dari tahun lalu, karena masuk Ramadan dan Lebaran pada Mei dan Juni. Kami target penjualan tetap tumbuh 15%,"paparnya.

Penjualan beras kemasan dengan private label saat ini berkontribusi 30%-35% terhadap penjualan. Sukarto mengatakan bahwa perseroan akan mempertahankan kontribusi penjualan beras kemasan menggunakan label sendiri sekitar 70%-75%.Penjualan juga bakal didorong oleh peningkatakan kapasitas produksi pabrik di Subang sebesar 20 ton per jam yang telah selesai tahun ini.

Dengan demikian, total kapasitas produksi perseroan pada tahun ini sebesar 55 ton per jam, terdiri dari pabrik pasar induk Cipinang sebesar 5 ton per jam dan pabrik Subang Jawa Barat 50 ton per jam.Untuk pasokan bahan baku, emiten dengan kode saham HOKI itu mendatangkan dari Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Strategi ini agar perseroan tidak hanya mengandalkan satu suplier saja."Sebelum ada peraturan HET, margin private label dan label sendiri berbeda jauh hingga 30%. Tetapi, sejak ada aturan HET, [margin] bisa dikatakan sama," imbuhnya.

Lebih lanjut, perseroan bakal memiliki fasilitas produksi yakni pabrik Sumatera Selatan dengan kapasitas 20 ton per jam. Dengan tambahan kapasitas tersebut, maka kapasitas produksi perseroan pada tahun depan menjadi 75 ton per jam.Seiring dengan peningkatakan kapasitas produksi, perseroan memperluas pasar baru di Sumatra. "Kami berharap pabrik itu dapat selesai karena banyak sekali supermarket lokal besar yang sudah minta ke kami. Kami akan buat depo khusus yang melayani itu pasar Sumatera," katanya.

Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), perseroan memutuskan hasil membagikan dividen senilai Rp11 per saham atau sebesar Rp26,16 miliar untuk tahun buku 2018.Nilai dividen tahun buku 2018 sebesar Rp11 per saham naik dari dividen tahun buku 2017 sebesar Rp6 per saham.

BERITA TERKAIT

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Dongkrak Penjualan Ekspor - Merck Perluas Penetrasi Pasar di Asia Tenggara

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan ekspor, PT Merck Tbk (MERK) terus perluas penetrasi pasar. Teranyar, emiten farmasi ini berencana…

Penjualan Arwana Citamulia Tumbuh 13,35%

NERACA Jakarta –Paruh pertama 2019, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA). berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih dua digit. Berdasarkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…