Unilever Wujudkan Indonesia Lebih Sehat

NERACA

Unilever lakukan sinergi strategis aktifkan UKS dan dokter kecil untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat

Saat ini upaya mewujudkan generasi yang lebih sehat masih menjadi tantangan semua pihak, perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak-anak dan keluarga Indonesia masih rendah. Oleh karena itu edukasi dan sosialisasi PHBS kepada siswa SD sejak dini merupakan hal yang sangat penting.

Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak-anak dan keluarga di Indonesia adalah diare. Hasil kajian morbiditas diare di masyarakat yang dilakukan Kemenkes menunjukkan angka kesakitan diare pada golongan umur anak SD masih cukup tinggi. Pada usia 5-9 tahun mencapai rerata 190 per 1.000 penduduk, sedangkan pada usia 10-14 mencapai rerata 170 per 1.000 penduduk. Padahal, diare dapat dicegah dengan perilaku hifup bersih dan melakukan kebiasaan mencuci tangan sebelum melakukan aktifitas seperti makan.

Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2010 menunjukkan persentase rumah tangga yang memenuhi kriteria Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan kategori baik secara rata-rata nasional hanya 35,7%. Sedangkan penduduk yang berperilaku benar dalam kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) secara rata-rata nasional hanya 24,5%.

Melihat manfaat besar dari PHBS dan CTPS serta peran penting program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan dokter kecil mendorong PT Unilever Indonesia Tbk., Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kementerian Kesehatan RI, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bekerja sama melalui jalinan sinergi strategis untuk mengaktifkan program UKS dan dokter kecil di seluruh Indonesia. Hal Ini merupakan upaya untuk mengatasi masalah kesehatan anak-anak terutama siswa SD untuk turut mewujudkan Indonesia yang lebih sehat.

Vice President Personal Care PT Unilever Indonesia, Tbk. Debora Sadrach mengatakan, jalinan kemitraan dan sinergi strategis oleh keempat pihak ini penting karena masalah kesehatan anak sekolah bukan hanya urusan pemerintah atau swasta saja tapi masalah bersama. “Upaya mengatasinya pun harus dilakukan bersama sesuai kapasitasnya masing-masing,” kata dia.

Oleh karena itu, program UKS dan dokter kecil adalah program strategis untuk meningkatkan kebiasaan PHBS di Indonesia karena saat ini jumlah total siswa SD di Indonesia sangat besar. Hasil sensus penduduk 2010 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia berusia 5 – 14 tahun ada 44,8 juta jiwa.

Dari jumlah tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat ada 27,32 juta siswa SD di Indonesia dengan jumlah sekolah dasar baik negeri maupun swasta mencapai 143.252 sekolah. Jika 10% dari jumlah total siswa SD tersebut menjadi dokter kecil maka Indonesia akan memiliki sekitar 2,73 juta agen perubahan PHBS yang dapat membantu meningkatkan kebiasaan PHBS di keluarga Indonesia.

Program Award

Program Dokter Kecil Award 2012, PT Unilever Indonesia, Tbk. memperkaya materi Dokter Kecil dengan materi Gerakan 21 Hari (G21H) yang memudahkan Dokter Kecil dalam melakukan sosialisasi PHBS pada teman-temannya, dan memperkenalkan metode G21H untuk membentuk kebiasaan sehat pada anak-anak.

Sedangkan kontribusi dari Kemenkes di program Dokter Kecil Award tahun ini, selain menggerakkan Puskesmas untuk aktif membina UKS dan Dokter Kecil di sekolah-sekolah, juga memperkaya materi bagi pedoman Dokter Kecil dengan membekali Buku Sekantong Surat Sehat dan Buku Cerita Sehat kepada peserta Dokter Kecil Award 2012. “Buku tersebut banyak tips cara mencegah beragam masalah kesehatan,” kata Direktur Bina Kesehatan Anak Kementerian Kesehatan RI dr. Kirana Pritasari. MQIH.

Guna menyukseskan Dokter Kecil Award 2012, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Suyanto Ph.D mengatakan, pihaknya selaku instansi teknis lembaga pendidikan dan tenaga pendidik mendorong mereka untuk menghidupkan UKS dan Dokter Kecil di sekolah-sekolah dasar. Selain itu, juga mengimbau mereka berpartisipasi dalam Dokter Kecil Award 2012.

Di program ini, PB IDI dan IDI provinsi melakukan seleksi Dokter Kecil tingkat provinsi dan memberikan materi kompetisi untuk menciptakan agen perubahan PHBS yang bermutu dan dapat diandalkan. Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia dr. Prijo Sidipratomo Sp.Rad(K), program ini memiliki makna yang besar bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia ke depan, terutama mengenai pemahaman dan kesadaran akan kesehatan serta perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini.

Program Dokter Kecil Award 2012, yang kompetisinya dibuka untuk Dokter Kecil dari 32 provinsi, menjadi medium dan awal sinergi strategis tersebut pada tahun ini. Kegiatan tersebut akan dilangsungkan mulai April - Juli 2012 terdiri dari sosialisasi program, seleksi tingkat kabupaten/kota dan provinsi, Roadshow, Karantina, dan puncaknya adalah Grand Final dimana bagi dokter kecil terbaik akan dianugerahkan piala bergilir dari Ibu Negara Ani Yudhoyono. Di program ini masing-masing lembaga memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas strategisnya.

Related posts