KONI DKI Ingin CSR Bisa Jadi Alternatif Pendanaan

KONI DKI Ingin CSR Bisa Jadi Alternatif Pendanaan

NERACA

Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi DKI Jakarta (KONI Jaya) menginginkan agar corporate social responsibility (CSR) bisa menjadi salah satu sumber pendanaan untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Bendahara Umum KONI Jaya, Novita Dewi mengatakan, dana kebutuhan olahraga tidak bisa 100 persen bergantung kepada pemerintah. Pasalnya, dana yang disetujui tahun ini sebesar Rp 201 miliar masih belum memenuhi kebutuhan anggaran minimal.

"Dalam menghadapi PON Papua 2020, KONI DKI Jakarta sendiri mengajukan anggaran hibah sebesar Rp 460 miliar, tapi terealisasi tidak sampai separuhnya," ujar Novita, Selasa (28/6) malam.

Novita menjelaskan, untuk melakukan pembinaan atlet dengan proyeksi prestasi tinggi memerlukan anggaran yang tidak sedikit."Kita tentu memerlukan sumber-sumber pendanaan yang lain untuk memenuhi target agar DKI Jakarta bisa menjadi Juara Umum PON XX di Papua,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Novita, pemerintah diharapkan bisa menyiapkan sebuah aturan yang memberikan peluang untuk masing-masing organisasi cabang olahraga (Cabor) atau KONI agar bisa mendapatkan dana tambahan selain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kita harapkan segera ada payung hukum berkaitan dengan bantuan dari CSR itu. Sehingga, perusahaan-perusahaan swasta juga bisa menjadi Bapak Angkat pembinaan olahraga di Ibukota," tandasnya.

Untuk diketahui, menghadapi PON XX di Papua, KONI Jaya menyiapkan 957 atlet lapis I, 227 atlet lapis II, 154 pelatih lapis I, 32 pelatih lapis II, 117 asisten pelatih lapis I, dan 24 asisten pelatih lapis II.

Dalam pelaksanaan PON XIX pada tahun 2016 di Jawa Barat, DKI Jakarta berada di peringkat kedua di bawah Jawa Barat. Pada pelaksanaan PON XX di Papua, DKI Jakarta bertekad kembali meraih titel bergengsi sebagai Juara Umum sebagaimana kali terakhir di Raih pada PON XVIII di Riau pada tahun 2012. Mohar

BERITA TERKAIT

Menteri Yohana Ingin "Tenggelamkan" Mafia Perdagangan Orang

Menteri Yohana Ingin "Tenggelamkan" Mafia Perdagangan Orang NERACA Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan…

Milenial Masif, Industri Kreatif Bisa Fenomenal

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) bertekad untuk terus menumbuhkan sektor industri…

Dikategorikan B3, Limbah Faba Masih Bisa Dimanfaatkan

      NERACA   Jakarta - Industri manufaktur berperan penting dalam implementasi konsep ekonomi berkelanjutan. Selain akan menjadi tren…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir NERACA Jakarta -  Chairman of Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko mengatakan saat ini,…

Raih Kesempatan Memenangkan Samsung Note 9 di Liga Rempah Nusa

Raih Kesempatan Memenangkan Samsung Note 9 di Liga Rempah Nusa NERACA Jakarta - Hadir dengan konsep masakan nusantara, Restoran Rempah…

Hadir di GIIAS 2019, SBD Luncurkan Sejumlah Produk Inovatif Anyar

Hadir di GIIAS 2019, SBD Luncurkan Sejumlah Produk Inovatif Anyar  NERACA Jakarta, - Stanley Black & Decker (SBD), perusahaan perkakas…