VW dan Ford Akan Bermitra Kembangkan Mobil Swakemudi

Volkswagen dan Ford selangkah lagi akan mencapai kesepakatan untuk bermitra dalam mengembangkan kendaraan swakemudi (self-driving) dan listrik, kata Kepala Eksekutif, Volkwagen.

Volkswagen dan pembuat mobil nomor dua di AS itu menandatangani kesepakatan pada Maret untuk mengembangkan truk pikap, dan telah dalam pembicaraan untuk memperluas aliansi mereka terkait kemudi otonom dan mobilitas, termasuk soal Ford menggunakan platform kendaraan elektrik VW.

Pembicaraan berjalan dengan baik dan hampir selesai, kata CEO VW Herbert Diess kepada sekitar 500 dari manajer puncak perusahaan dari seluruh dunia yang berkumpul di kantor pusatnya di Wolfsburg, demikian dilansir Reuters, sebagaimana disalin dari Antara. "Diskusi berjalan produktif di sejumlah bidang," kata seorang juru bicara dalam pernyataan dalam surat elektronik.

Para pembuat mobil kini berupaya mencari kemitraan dan aliansi guna berbagi biaya untuk pindah ke teknologi bersih, serta menghemat miliaran dolar. Volkswagen memandang hubungannya dengan Ford strategis dan sangat penting untuk menyeimbangkan kepentingan regionalnya.

Pabrikan otomotif Jerman Volkswagen (VW) menyatakan rencana untuk memproduksi kendaraan jenis sport utility vehicle (SUV) berpenggerak listrik di pasar China pada 2021 sebagai pesaing Tesla Model X.

Chief Executive VW Herbert Diess mengatakan mobil listrik bernama ID ROOMZ itu akan menjadi produk andalan mereka di China yang menjadi pasar otomotif terbesar di dunia. "Kami berencana memproduksi lebih dari 22 juta mobil listrik dalam 10 tahun ke depan," kata Diess, dilansir Reuters, yang menambahkan sekitar setengah dari jumlah insinyur VW sedang mengerjakan produk untuk pasar China.

SUV terbaru itu merupakan salah satu bagian dalam rencana kerja Volkswagen untuk meluncurkan beberapa mobil listrik secara agresif di China menyusul kebijakan kelonggaran pajak untuk kendaraan tanpa emisi. VW mengatakan ID ROOMZ akan memiliki tiga baris kursi penumpang dan memiliki daya jelajah hingga 450 kilometer dalam sekali pengisian daya listrik.

Volkswagen mendorong mitra usahanya, termasuk SK Innovation (SKI) dan Samsung, agar membangun pabrik baterai mobil listrik yang memiliki kapasitas produksi 1 gigawatt, kata Kepala Eksekutif VW Herbert Diess kepada Reuters. "Apa pun di bawah jumlah itu tidak masuk akal," kata Diess di sela-sela Shanghai Auto Show.

Volkswagen akan membeli sel baterai senilai 50 miliar euro untuk mobil listrik, dengan menggandeng beberapa perusahaan antara lain SKI, LG Chem, Samsung, hingga China Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL).

Pembuat mobil Jerman itu juga sedang merenovasi 16 pabrik untuk memproduksi kendaraan listrik, sejalan dengan rencana memproduksi 33 model mobil berbeda di bawah merek Skoda, Audi, VW dan Seat pada pertengahan 2023.

BERITA TERKAIT

Penerimaan Pajak, Investasi, dan CAD Jadi Momok Ekonomi

Oleh: Djony Edward Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memutuskan menolak pengajuan sengketa hasil Pilpres 2019. Dengan demikian Presiden Jokowi dan Wakil…

Pemerintah Akan Terapkan B30 untuk Kurangi Porsi Impor Bahan Bakar

Pemerintah Akan Terapkan B30 untuk Kurangi Porsi Impor Bahan Bakar  NERACA  Jakarta – Kepala Litbang Kementerian Energi dan Sumber Daya…

Jokowi : "Saya Akan Kejar Pelaku Pungli!"

  Oleh : Muhammad Ridwan, Pengamat Sosial dan Politik   Dalam pidatonya pada acara Visi Indonesia, Presiden Republik Indonesia Joko…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Ford dan VW Jalin Kemitraan Baru Kembangkan Mobil Otonom

Produsen mobil AS Ford Motor Company akan menjalin kemitraan baru dengan pabrikan Jerman Volkswagen melalui pembentukan usaha patungan yang bernilai…

Toyota Mengaku Tidak Target Penjualan Pada GIIAS 2019

PT Toyota Astra Motor (TAM) menyatakan tidak menargetkan angka penjualan pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2019…

Wuling Masuk Daftar 10 Merek Terlaris di Indonesia

Wuling dicatat cukup dominan dalam penjualan mobil di Indonesia. "Wuling, saat ini, memiliki lebih dari 29.000 konsumen di seluruh Indonesia…