Dana Publik untuk Modal Pembangunan

Oleh: Fauzi Aziz

Pemerhati Ekonomi dan Industri

Suatu kondisi umum ketika pasar finansial telah tumbuh sedemikian rupa, maka menyerap dana publik untuk menjadi modal pembangunan dan investasi menjadi semakin penting. Secara umum, sumber dana pembangunan dan investasi bisa berasal dari sektor perbankan, maupun melalui pasar finansial dan pasar modal, serta melalui investasi langsung yang dilakukan oleh penanam modal asing maupun penanam modal dalam negeri.

Pembangunan dan investasi memerlukan dana yang besar dari semua komponen, yang sumbernya bisa dari pemerintah maupun non pemerintah. Sumber utama dari pemerintah adalah APBN dan APBD.

Sedangkan yang berasal dari non pemerintah, sumbernya bisa berasal dari sektor perbankan, pasar modal melalui instrumen IPO, Right Issue, dan penerbitan obligasi korporasi dan penerbitan SBN/SUN , serta investasi langsung melalui PMA/PMDN.

Semua skema pembiayaan tersebut hampir seluruhnya bergantung pada dana publik, dimana sektor perbankan masih mengandalkan pada peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK), dan yang non perbankan juga bersandar pada dana publik yang ditarik melalui pasar modal dan penerbitan SBN/SUN yang dananya diperlukan oleh pemerintah untuk memperkuat APBN.

Di luar itu, kita juga mengenal model pembiayaan melalui kerjasama dengan venture capital company yang sekarang banyak dilakukan oleh start-up company yang ber- valuasi besar di atas 1 miliar dolar AS.

Berbicara mengenai dana publik berarti kita dihadapkan pada dua kondisi, yaitu dana publik yang berasal dari dalam negeri dan yang berasal dari luar negeri. Keduanya bisa masuk ke jalur tabungan dan ke jalur investasi portofolio, bahkan ke lajur investasi langsung, baik dalam rangka pembangunan infrastruktur maupun proyek-proyek industri, maupun penempatan dana dalam perusahaan startup bervaluasi besar di atas 1 miliar dolar AS melalui skema venture capital. Bunga bank, yield, dan bagi hasil keuntungan selalu cenderung menjadi pilihan penempatan dana publik. Dan pilihannya selalu cenderung memilih mana yang paling menguntungkan.

Perkembangannya kian menarik manakala pertumbuhan usia produktif yang tinggi, sehingga akan mendorong konsumsi rumah tangga makin meningkat dan menjadi penyumbang terbesar dalam PDB.

Golongan kelas menengah yang jumlahnya makin bertambah, di Indonesia sudah mencapai separuh lebih dari populasi penduduk mempunyai kekuatan daya beli yang kian membaik sejalan dengan meningkatnya usia produktif.

Mereka ini rata-rata mempunyai pendapatan menganggur (discretionary income) yang umumnya dipakai untuk investasi, asuransi kesehatan dan pendidikan serta untuk keperluan perjalanan wisata.

Rule of thumbnya sekitar 1/3 dari total pendapatan yang mereka miliki, dan dicadangkan untuk keperluan tersebut. Dicatat dari sumber media setahun lalu, pemilik aset global terekam mengendalikan dana senilai USD 131 triliun.

BERITA TERKAIT

BID Zona Empat Harus Menjadi Opsi Pilihan Dalam Pembangunan Desa

BID Zona Empat Harus Menjadi Opsi Pilihan Dalam Pembangunan Desa NERACA Kuningan – Bursa Inovasi Desa (BID) Zona empat yang…

Debut Perdana di Pasar Modal - HDIT Catatkan Oversubscribed 39,57 Kali

NERACA Jakarta – Perusahaan yang bergerak di bisnis financial teknologi (fintech), PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) secara resmi mencatatkan…

Investasi Obligasi untuk Kemandirian Finansial

  NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan peluncuran Savings Bond Ritel…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Membangkitkan Koperasi

  Oleh:  Nailul Huda,  Peneliti Indef Salah satu pasal dan ayat dalam Undang-undang Dasar 1945 yang paling membekas dalam ingatan…

Menakar Manfaat Subsidi Tol Laut

Oleh: Sarwani Analis Ekonomi Pembangunan Nasib subsidi tol laut dalam tahun anggaran mendatang berada di ujung tanduk. Pasalnya, DPR RI…

Industrialisasi, Pendapatan, Belanja, dan Pembiayaan

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Ketika ber-ekonomi sejatinya kita sedang beraktivitas untuk menghimpun pendapatan agar keseluruhan kebutuhan…