Pabrik MGRO di Dumai Sudah Capai 70% - Targetkan Beroperasi Agustus

NERACA

Jakarta – Perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) mengungkapkan, saat ini progres pembangunan pabrik refinery atau pemurnian minyak sawit mentah telah mencapai 70%. Sebelumnya, pada awal Mei 2019, progres pembangunan pabrik MGRO baru sebesar 60%. “Pabrik yang terletak di Dumai, Riau ini ditargetkan bisa beroperasi Agustus 2019,”kata Sekretaris Perusahaan PT Mahkota Group Tbk, Elvi di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, pabrik baru tersebut memiliki satu cluster dengan pabrik kelapa sawit dan kernel crushing plant. Pembangunan pabrik ini sejalan dengan misi MGRO yang ingin melakukan hilirisasi usaha. Dengan begitu, perusahaan ini bisa menghasilkan berbagai produk turunan kelapa sawit yang akan menambah pendapatan. Pabrik refinery ini nantinya akan menghasilkan minyak goreng dengan kapasitas produksi 1.500 ton per hari.

Tahun ini, MGRO menargetkan pendapatan sebesar Rp 5,66 triliun. Angka ini naik 183% secara tahunan. Pada 2018, MGRO mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2 triliun atau naik 13,6% year on year (yoy).Target agresif MGRO pada tahun ini didukung oleh kontribusi dari penjualan refinery yang diperkirakan mencapai 40% dari total pendapatan.

Per kuartal I-2019, MGRO mencatatkan pendapatan Rp 444,3 miliar. Angka ini naik 8,10% dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 411,02 miliar. Penjualan CPO menyumbang 78,29% dari total pendapatan, sedangkan inti sawit sebesar 14,53%. Sementara sisanya berasal dari jasa sewa tangki, cangkang, penjualan abu janjang, dan lain-lain.

Tahun ini, MGRO juga bakal menggenjot produksinya dengan target produksi CPO mencapai 203.308 ton. Angka ini naik 4,95% dari target 2018 yang sebesar 193.715 ton. “Tapi realisasi tahun 2018 lebih tinggi dari target, yakni sebanyak 219.149 ton,” ucap dia.

Per April 2019, MGRO telah menghasilkan 59.044 ton CPO atau 29% dari target tahun ini. MGRO juga tengah membangun pabrik kernel crushing plant di lokasi yang sama. Pabrik yang mengolah inti sawit menjadi minyak inti sawit ini juga sudah mencapai 70% pembangunan dan rencananya akan beroperasi pada Agustus tahun ini. Pabrik tersebut akan menghasilkan minyak inti sawit sebanyak 400 ton per hari.

Asal tahu saja, investasi MGRO dalam pembangunan kedua pabrik ini mencapai Rp 330 miliar. Dananya berasal dari kas perusahaan Rp 120 miliar, pinjaman bank Rp 120 miliar, dan dari dana hasil penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) Rp 90 miliar.

BERITA TERKAIT

Investasikan Dana Rp 37,5 Miliar - Satyamitra Bangun Pabrik Baru di Jateng

NERACA Jakarta - Mengantongi dana hasil penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) Rp 124,5 miliar, PT Satyamitra…

Biaya Eksplorasi BSSR Capai Rp 1,06 Miliar

Emiten pertambangan, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) melalui anak perusahaannya PT Antang Gunung Meratus telah menyelesaikan aktivitas eksplorasi pada bulan…

Rilis Produk Bareksa Umroh - Bareksa Targetkan Bawa 1000 Jamaah

NERACA Jakarta – Menjawab kebutuhan masyarakat akan produk investasi yang bisa mendanai perjalanan ibadah umrah, PT Bareksa Portal Investasi meluncurkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Menjawab Tantangan IKM From Zero To Hero

Pesatnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia memacu geliat pertumbuhan industri e-commerce terus berkembang pesat. Berdasarkan prediksi McKinsey, penetrasi belanja online…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Pastikan Suspensi KIJA Masih Berlanjut

NERACA Jakarta – Meskipun PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sudah memberikan penjelasan terkait potensi gagal bayar atau default atas…

Rajawali Nusindo Buka Gudang Baru di Solo

Dalam rangka peningkatan omzet dan kinerja operasional, PT Rajawali Nusindo sebagai anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang bergerak…