Paramitra Sarana Bagikan Dividen Rp 19,5 Miliar

NERACA

Jakarta –Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) menyepakati unuk membagi dividen sebesar Rp13 per lembar saham atau dengan nilai total sebesar Rp19,5 miliar. Adapun besaran dividen itu setara besaran itu setara 46,09% dari total laba bersih tahun buku 2018.

Direktur PBSA, Vincentius Susanto mengatakan, RUPST menyetujui laporan keuangan perseroan tahun buku 2018 dan penggunaan laba bersih 2018.”Laba bersih tahun buku 2018 akan digunakan untuk dividen sebesar Rp19,5 miliar dan sisanya akan ditempatkan sebagai saldo laba ditahan atau retained earning,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, hasil RUPST juga memutuskan untuk mengangkat Roesdiman Soegiarso sebagai komisaris independen. Untuk target bisnis, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp525 miliar dengan rasio margin laba sebesar 10% - 15%. Perseroan optimis target tersebut bakal terealisasi karena nilai kontrak yang sudah dikantungi mencapai Rp 500 miliar.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan melancarkan strategi dengan menjalankan proyek konstruksi di luar pelanggan utama yang selama ini dijalankan. Dengan demikian, perusahaan berharap dapat melakukan diversifikasi pendapatan dan menambah basis pelanggan. Sampai dengan kuartal I 2019, perseroan telah membukukan pendapatan sebesar 98,9 miliar atau lebih baik dibanding kuartal I 2018 yang tercatat sebesar Rp68,9 miliar.

Sementara itu, lanjut Vincentius, perseroan telah membukukan kontrak kerja pengerjaan konstruksi senilai Rp500 miliar dan diharapkan pada akhir tahun 2019 mencapai sebesar Rp700 miliar hingga Rp800 miliar. Disampaikannya, kontrak kerja pengerjaan konstruksi itu diantaranya pabrik kelapa sawit di Kalimantan Barat, refannery di Kalimantan Selatan, dan Pabrik Sari Roti di Gresik.

Perseroan dalam pengembangan bisnisnya, mendirikan anak perusahaan PT Paramita Andalan Struktur di bidang fabrikasi baja, guna membantu memenuhi kebutuhan produksi baja yang sebelumnya hanya bisa diserap 1.500 ton. Kebutuhan fabrikasi baja PBSA setiap tahun mencapai 5.000-6.000 ton. Sementara perseroan selama ini hanya dapat menyerap 25% kebutuhan atau 1.500 ton saja.

Nantinya, perusahaan yang dibangun di daerah Bekasi ini diharapkan dapat memberi mencapai target produksi tersebut. Setidaknya melengkapi kontribusi yang dibutuhkan walau jumlahnya bisa jadi masih kecil secara persenan. Pada masa awal pembangunan anak perusahaan, lanjut Vincentius, pihaknya hendak fokus pada proses bertumbuh perseroan secara kualitas. Dengan pertimbangan itu pula, PBSA melakukan efisiensi dengan menggelontorkan dana investasi sebesar Rp 8 miliar. "Namun kami baru bisa berikan Rp 2 miliar untuk kebutuhan sewa tempat tersebut," lanjutnya.

Sementara anak perusahaan yang juga bergerak di bidang jasa konstruksi di daerah Sibu, Serawak, Malaysia, Paramita Bangun Sarana Sdn. Bhd., dibangun untuk memenuhi permintaan jasa konstruksi di Malaysia. Berbeda dengan anak PT Paramita Andalan Struktur di Bekasi yang baru selesai berdiri pada Mei 2019 di Bekasi, Jawa Barat, Paramita Bangun Sarana Sdn Bhd, sudah ada sejak 2018. Disebutkan, anak perusahaan di Sibu berkontribusi terhadap pendapatan perseroan sebesar Rp 4 miliar - Rp 5 miliar di tahun buku 2018.

BERITA TERKAIT

Catatkan Laba Rp 801 Miliar - BTN Terus Pertebal Pembentukan CKPN

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memupuk rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) perseroan untuk mempersiapkan…

Siapkan Dana Rp 200 Miliar - Mega Manunggal Bakal Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) akan melakukan pembelian kembali (buyback)…

Rencanakan Rights Issue - TOPS Lepas 4 Miliar Saham Baru Ke Pasar

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas ditengah melorotnya kinerja keuangan menjadi alasan bagi emiten konstruksi PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng Kerjasama DKPPU - Kobi Abah Siap Majukan Ekonomi Kerakyatan

Membuka wawasan para santri akan pentingnya industri penerbangan dalam pembangunan ekonomi, menjadi asalan Santri Millenial Center (Simac) bersama DKPPU (Direktorat…

Catatkan Laba Rp 801 Miliar - BTN Terus Pertebal Pembentukan CKPN

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memupuk rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) perseroan untuk mempersiapkan…

Siapkan Dana Rp 200 Miliar - Mega Manunggal Bakal Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) akan melakukan pembelian kembali (buyback)…