PTPP Bakal Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA

Jakarta – Tren perusahaan mencari pendanaan di pasar modal cukup marak pasca pemilihan presiden (Pilpres). Dimana salah satu perusahaan BUMN yang tengah mencari permodalan di pasar modal lewat penerbitan oblihgasi adalah PT PP (Persero) Tbk (PTPP). “Perseroan tengah merancang penerbitan obligasi dengan jumlah pokok Rp1,5 triliun sebagai sumber alternatif pendanaan,”kata Direktur Utama PTPP, Lukman Hidayat di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, penerbitan obligasi merupakan alternatif dan strategi itu perseroan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan 2019. Asal tahu saja, perseroan telah mengantongi dana segar Rp1,5 triliun dari penerbitan obligasi pada Juli 2018. Jumlah tersebut berasal dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) Obligasi Tahap I 2018.

Obligasi tersebut telah mendapatkan peringkat A+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Adapun, tiga perusahaan yang menjadi penjamin pelaksana emisi yakni PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.Selain melalui penerbitan obligasi, Lukman menyebut perseroan juga tengah memproses divestasi kepemilikan saham perseroan di sejumlah proyek. Skema itu akan ditempuh untuk kepemilikan di jalan tol Pandaan—Malang, jalan tol Medan—Kualanamu—Tebing Tinggi, serta pelabuhan. “[Target dana] Rp450 miliar ya berkisar seperti itu,” imbuhnya.

Untuk ruas tol Pandaan—Malang, dia menuturkan divestasi akan dilakukan setelah pekerjaan seksi lima rampung. Menurutnya, terdapat beberapa investor baik dari dalam maupun luar negeri yang melirik proyek tersebut. Di sisi lain, Lukman mengatakan pihaknya akan memacu belanja modal yang realisasinya masih rendah sampai dengan Mei 2019. Hal itu disebabkan izin sejumlah proyek yang sempat terhambat.

Tahun ini, perseroan menanggarkan belanja modal Rp8,73 triliun. Jumlah tersebut naik dari proyeksi realisasi investasi 2018 yang mencapai Rp6,78 triliun. Salah satu rencana investasi perseroan pada tahun depan yakni di bidang infrastruktur. PTPP mengalokasikan Rp1,27 triliun di sektor tersebut dari total anggaran belanja modal 2019.

Agus Purbianto, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PP pernah bilang, perseroan mendapatkan sejumlah kontrak baru sampai dengan April 2019. Pekerjaan itu di antaranya RDMP RU V Balikpapan Tahap II Rp3,38 triliun, jalan tol Indrapura Kisaran (lanjutan) Rp3 triliun, pesantren Mualimin Yogyakarta Rp470 miliar, Kereta Api Makassar Pare-Pare Rp450 miliar, Sapras SPBU Rest Area Rp334 miliar, dan SPAM Gresik Rp300 miliar.

Dengan tambahan sejumlah kontrak baru itu, Agus menyebut perseroan membukukan kontrak baru Rp10,75 triliun per April 2019. Jumlah itu berasal dari kontrak baru induk Rp9,41 triliun dan anak usaha Rp1,34 triliun. “Sampai dengan April 2019 ini, perseroan berhasil merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar 21% dari total Rp50,30 triliun di akhir 2019,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…