Ekspansi Bisnis Pakan Ternak Dan Daging Ayam Olahan - PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk

Neraca

Jakarta – Minimnya tingkat konsumsi daging ayam di Indonesia menjadi peluang pasar yang besar bagi produsen daging ayam dan termasuk pakan ternak untuk mengambil peluang tersebut. Keyakinan inilah yang menjadi landasan bagi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) bila bisnisnya di pakan ternak, anak usaha ayam dan daging ayam olahan masih berprospek.

Didirikan pada tahun 1972, PT Charoen Pokphand Indonesia Animal Feedmill Co terus berkembang pesat. Tepatnya pada tanggal 18 Maret 1991, saham perseroan tercatat di pasar modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dengan menawarkan sahamnya ke publik sebanyak 2,5 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham.

Sepanjang perjalanannya, perseroan sudah tiga kali menerbitkan saham terbatas (rights issue) dan termasuk pemecahan nilai nominal saham dari Rp 1000 sampai Rp 10 per lembar saham. Belum lama ini, perseroan melalui anak usahanya PT Charoen Pokphand Jaya Fram (CPJF) melakukan akuisisi sebanyak 105.866 saham atau 99,99% saham PT Cipendawa Agriindustri (CA) senilai total Rp15,37 miliar.

Direktur CPIN, Eddy Dharmawan pernah bilang, tujuan dari akuisisi ini adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi dari kegiatan usaha pembibitan ayam usia sehari komersial yang saat ini telah dijalankan oleh perseroan melalui CPJF. “Cipendawa Agriindustri bergerak di bidang usaha pembibitan ayam usia sehari komersial dengan lokasi pembibitan yang terletak di Kabupaten Cianjur dan kabupaten Sukabumi Jawa Barat,"katanya.

Bahkan dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi, PT Charoen Pokphan Indonesia Tbk membangun beberapa pabrik baru kedepan. Nilai investasi ekspansi yang disiapkan sebesar Rp 2,5 triliun.

Direktur Utama PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Tjiu Thomas Effendy mengatakan, ekspansi bisnis melenan biaya senilai Rp 2,5 triliun dan salah satunya membangun pabrik baru. Adapun, untuk tahun 2011 perseroan menargetkan pemakaian dana belanja modal (capex) Rp 1,3 triliun dari target Rp 1,5 triliun, sehingga sisa dananya akan dialokasikan untuk capex tahun 2012. "Dari pinjaman US$ 250 juta, US$ 50 juta untuk refinancing dan sisanya US$ 200 juta atau Rp 1,8 triliun ditambah kas internal jadi Rp 2,5 triliun untuk investasi dan modal kerja tahun depan,”ungkapnya.

Bangun Pabrik

Pinjaman yang dikatongi perseroan, sebagian akan digunakan membangun pabrik. Diantaranya, di Lampung dengan nilai investasi sebesar Rp 1 triliun. Selain di Lampung, pemilik nama dagang Fiesta ini juga akan membuat pabrik di Cirebon pada tahun 2012.

Sedangkan, untuk Bali perseroan masih mencari lahan dan pabrik di Makassar diharapkan produksi pakan ternaknya bisa mencapai 5 juta ton per tahun. Selain untuk meningkatkan produksi pakan ternak, CPIN juga mengalokasikan Rp 1 triliun guna meningkatkan produksi anak ayam usia sehari (day old chick/DOC). Di mana, distribusinya akan dikembangkan ke kawasan Indonesia bagian timur.

Sementara, sisanya Rp 500 miliar akan dialokasikan ke produksi makanan olahan dengan basis produksi di Medan, Pasuruan, dan Makassar. Di sisi lain, perseroan menargetkan kenaikan penjualan 12,5% di Juni 2011.

Asal tahu saja, pada tahun ini, CPIN meningkatkan kontribusi dari bisnis pengolahan makanan, lebih dari 10%. Saat ini, kontribusi bisnis CPIN terdiri dari pakan ternak 73% dengan pangsa pasar 37%, DOC 15% dengan pangsa pasar 20%, dan pengolahan makanan 10% pangsa pasarnya 60%.

Sebagai informasi, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk telah mendapat fasilitas pinjaman baru US$ 250 juta dari sindikasi perbankan. Pinjaman ini untuk menutup utang perseroan di 2007. Pinjaman terdiri dari amortizing term loan facility senilai US$ 100 juta dalam mata uang rupiah dan dolar AS dengan jangka waktu lima tahun.

Kemudian sisanya, merupakan revolving credit facility US$ 150 juta. Tingkat pengembalian tiga tahun, dan atau opsi dua tahun perpanjangan dengan diskresi dari kreditur. (bani)

Related posts