Sritex Bidik Pendapatan US$ 1,19 Miliar - Perbesar Pasar Ekspor

NERACA

Jakarta – Seiring dengan upaya memperbesar pasar ekspor, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex tahun ini mengincar pendapatan sekitar US$1,19 miliar dan laba tahun berjalan sebesar US$88,79 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Emiten tekstil terintegrasi inimenargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 15% dan laba bersih sebesar 5% pada 2019.Maka jika mengacu pada realisasi 2018, perseroan menargetkan pendapatan sekitar US$1,19 miliar dan laba tahun berjalan sebesar US$88,79 juta pada tahun ini. Hingga kuartal I/2019, perseroan mencatat penjualan tumbuh 18,30% secara tahunan menjadi US$316,85 juta. Namun demikian, laba tahun berjalan turun 26,38% menjadi US$28,05 juta.

Pada kuartal I/2019, pasar perseroan sekitar 40% berasal dari domestik, diikuti Asia 37%, Eropa 9%, Amerika 7%, serta Uni Emirat Arab, Afrika dan Australia sebesar 7%.SRIL merupakan pemasok utama benang untuk pelanggan tekstil dunia, kain mentah, kain jadi untuk industri fesyen, serta mitra utama dalam memasok seragam militer dan perusahaan. Saat ini seragam militer terlah dijual lebih dari 30 negara.

Untuk mencapai target tahun ini, perseroan mengoptimalkan kapasitas produksi, efisiensi produksi dan operasional, serta inovasi pengembangan produk bernilai tambah tinggi. Perseroan juga mengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia, meningkatkan pangsa pasar ekspor, serta memperkuat struktur modal dan likuiditas.

Tahun ini, SRIL menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai US$ 40 juta. Adapun mayoritas capex akan digunakan untuk biaya pemeliharaan reguler SRIL. Joy Citra Dewi, Corporate Communications SRIL pernah bilang, pertumbuhan kinerja sepanjang tahun 2018 lalu sudah melebihi ekspektasi yakni sekitar 35%. Untuk menembus angka tersebut kembali di tahun 2019 pihaknya kurang lebih akan menyiapkan capex yang tidak jauh berbeda dari tahun 2018.”Salah satu faktor kinerja yang tumbuh signifikan ini adalah dari pertumbuhan anorganik melalui akusisi dua perusahaan di tahun 2018 lalu,” ujar Joy.

Perseroan menyampaikan optimistis kinerja kuartal II/2019 tetap kuat seiring dengan fokus perseroan ke segmen finishing kain dan garmen yang memiliki margin tebal.Pada kuartal I/2019, perseroan mencatat pertumbuhan penjualan 18,30% secara tahunan menjadi US$316,85 juta. Namun demikian, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 32,16% secara tahunan menjadi US$28,05 juta.

BERITA TERKAIT

Obligasi Global Medco Oversubscribed 6 Kali

NERACA Jakarta – Penerbitan obligasi global milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mendapatkan respon positif dari pelaku pasar. Dimana…

Kembangkan Kendaraan Listrik - Pemerintah Menaruh Asa Divestasi Saham INCO

NERACA Jakarta – Dukungan pemerintah terhadap PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk mengakuisisi 20% divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk…

Tersandung Masalah Hukum - MPRO Batal Akuisisi Anak Usaha Hanson

NERACA Jakarta – Buntut dari disuspensinya perdagangan saham PT Hanson International Tbk (MYRX) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PGN Anggarkan Belanja Modal US$ 700 Juta

NERACA Jakarta – Sukses membangun jaringan pipa gas lebih luas lagi di tahun 2019, di tahun ini PT Perusahaan Gas…

Pertegas Komitmen Pembangunan - Meikarta Serah Terima Kunci 400 Unit Hunian

NERACA Jakarta – Memenuhi komitmen kepada pelanggannya, pengembang properti Meikarta akan segera serah terima kunci 400 unit hunian di area…

Lippo Karawaci Catatkan Penjualan Rp 1,85 Triliun

NERACA Jakarta –Bisnis properti sepanjang tahun 2019 masih dirasakan manisnya oleh PT Lippo Karawaci Tbk (LKPR). Pasalnya, emiten properti ini…