Selama Puasa Hingga Lebaran, BPSK Kota Sukabumi Sepi Pengaduan

Selama Puasa Hingga Lebaran, BPSK Kota Sukabumi Sepi Pengaduan

NERACA

Sukabumi - Sepanjang puasa hingga Idul Fitri 1440 H, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Sukabumi sepi dari pengaduan. Artinya, di periode tersebut tidak ada satupun masyarakat yang mengadukan masalah konsumen."Di bulan puasa hingga lebaran kemarin, tidak ada kasus pengaduan yang masuk ke BPSK," ujar salah satu anggota BPSK Kota Sukabumi Oscar Lesnusa kepada Neraca, Kamis (13/6).

Sepinya pengaduan tersebut, bisa saja tidak ada kasus sengketa konsumen yang menimpa masyarakat. Atau kata Oscar, bisa saja mereka melaporkan setelah usainya suasana lebaran."Meskipun libur lebaran sudah lewat, tapi suasananya masih lebaran. Bisa juga setelah musim libur habis mereka mulai mengadukan kasus sengketa konsumennya," terang Oscar.

Sebenarnya lanjut Oscar, ada yang mengadukan masalah konsumen, tapi ketika akan diproses, mereka sudah berdamai. Sehingga, aduan tersebut dianggap tidak ada."Ada, tapi ketika akan diproses, si pengadu dan yang diadukan sudah berdamai. Jadi kami anggap tidak ada kasus. Tapi kalau yang konsultasi banyak," kata Oscar.

Sementara sebelum puasa, periode Januari sampai Mei, ada sekitar puluhan yang masuk ke BPSK. Dari puluhan pengaduan tersebut masih didominasi seputar leasing atau finance, kemudian disusul oleh perbankan, dan perumahan."Kurang lebih sih jumlahnya mencapai 50 pengaduan, rata-rata masalahnya tentag finance, perbankan, dan perumahan. Dan itu hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya," ujar Oscar.

Sedangkan untuk pengaduan mengenai produk makanan dan minuman masih minim. Padahal menurut pengamatanya, banyak konsumen yang dirugikan oleh produsen makanan ataupun minuman yang sudah kadaluarsa."Kalau menemukan makanan atau minuman kedaluarsa yang dijual atau beredar dilapangan, konsumen bisa mengadukan ke BPSK,” ujarnya.

Oscar mengimbau agar konsumen jeli dalam membeli produk. Jika menemukan produk baik itu, makanan, minuman atau produk pakai yang memiliki batas pakai agar dilaporkan ke BPSK.“Konsumen harus cerdas, terutama produk yang berbahaya jika digunakan kalau sudah kadaluarsa. Konsumen juga bisa melaporkan ke BPSK kalau ada produk yang dijual padahal dilarang oleh aturan yang berlaku, seperti miras,” jelasnya.

Disisi lain pihaknya juga mengapresiasi kepada pihak yang diadukan selalu hadir dalam persidangan. Hal ini bukan hanya sebagai bentuk taat aturan, tapi juga kesadaran yang tinggi dari pihak perusahaan atau produsen."Saya sangat apresiasi kepada perusahaan yang diadukan oleh masyarakat, selalu hadir saat musyawarah, mediasi ataupun sidang digelar," pungkas Oscar. Arya

BERITA TERKAIT

Bakti Anies Kepada Ibunda Patut Dicontoh

Bakti Anies Kepada Ibunda Patut Dicontoh NERACA Jakarta - Melalui media sosial, beredar foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang…

Sebanyak 44 Paket Pekerjaan Yang Masuk ke BPBJ Setda Kota Sukabumi

Sebanyak 44 Paket Pekerjaan Yang Masuk ke BPBJ Setda Kota Sukabumi NERACA Sukabumi - Sebanyak 44 paket pekerjaan yang masuk…

Kopi Luwak Karya Anak Kuningan Raih Juara

Kopi Luwak Karya Anak Kuningan Raih Juara NERACA Kuningan – Kopi yang diolah dengan beragam cara saat ini menjadi tren…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Bappenas : Keberhasilan Kerja Jokowi Jilid I Nyata

Bappenas : Keberhasilan Kerja Jokowi Jilid I Nyata NERACA Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf…

Sekda: Optimis Pendapatan Daerah Bisa Melampaui Target - Relatif Kecil, PAD Kota Sukabumi Mengandalkan Bantuan Pusat dan Provinsi

Sekda: Optimis Pendapatan Daerah Bisa Melampaui Target  Relatif Kecil, PAD Kota Sukabumi Mengandalkan Bantuan Pusat dan Provinsi NERACA Sukabumi -…

Kawasan Bisnis Margonda Terancam Dampak ABT - PDAM Kota Depok Berikan Peringatan Dini

Kawasan Bisnis Margonda Terancam Dampak ABT PDAM Kota Depok Berikan Peringatan Dini NERACA Depok - ‎ Perusahaan Daerah Air Minum…