Mandiri Targetkan Bisnis Treasury Tumbuh 12%

NERACA

Jakarta-- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengklaim meraup pendapatan dari transaksi treasury mencapai Rp1,73 triliun dengan volume transaksi sebesar USD294,19 miliar sampai akhir Desember 2011. Adapun transaksi treasury itu antara lain, berbasis biaya (fee based income) dan pendapatan bunga bersih (net interest income). “Kami juga berharap bisnis treasury kami dapat tumbuh lebih dari 12% di 2012,” kata Panji Irawan,” kata Senior Vice President Treasury Bank Mandiri Panji Irawan di Jakarta, Selasa (27/3)

Menurut Panji, pencapaian itu terdorong pendapatan yang berasal dari transaksi valuta asing dan transaksi surat berharga sebesar Rp1,22 triliun sepanjang 2011. “Kami ingin menjaga momentum pertumbuhan ini dengan baik sebagai salah satu realisasi dari komitmen kami untuk terus tumbuh dan mampu mengelola likuiditas dengan efektif,” tambahnya.

Lebih jauh kata Panji, Bank Mandirimenjalankan berbagai langkah dalam mendorong pertumbuhan pendapatan treasury. Seperti, melakukan mapping kebutuhan nasabah sesuai dengan nature bisnis nasabah dan memberi solusi produk dan transaksi treasury yang sesuai serta terus menerus menjalin komunikasi yang baik dengan nasabah. "Pencapaian itu mengalami peningkatan 35% disbanding tahun sebelumnya yang hanya Rp1,28 triliun dengan volume transaksi USD125,37 miliar," ujarnya

Perluasan jangkauan pemasaran produk-produk treasury ke berbagai wilayah di Indonesia juga terus dilakukan. Hingga akhir 2011, Bank Mandiri telah memiliki delapan regional treasury marketing yang terdapat di Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Makassar, dan Balikpapan untuk melaksanakan fungsi dealing dan marketing.

Kedelapan regional marketing tersebut didukung oleh 29 subregional treasury marketing yang tersebar di 21 kota di wilayah Indonesia. Pada 2012, Bank Mandiri akan menambah perwakilan-perwakilan treasury di tiga kota agar dapat lebih mudah menjangkau masyarakat dan nasabah. **maya

Related posts