Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia Tbk tersebut mencatatkan volume penjualan semen pada Mei masih terkoreksi. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, untuk penjualan dalam negeri, SMCB itu mencatatkan volume penjualan 760.964 ton, merosot 14,56% dibandingkan dengan volume penjualan tahun sebelumnya 890,679 ton.Sementara itu, volume penjualan ekspor semen pada Mei 2019 tercatat sejumlah 68.031 ton, meningkat 2,43% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 66.416 ton.

Adapun total volume penjualan semen SMCB pada Mei 2019 tercatat 828.995 ton, lebih rendah 13,38% dibandingkan dengan tahun sebelumnya 957.095 ton. Total volume penjualan semen SMCB pada Mei 2019 lebih tinggi jika dibandingkan dengan volume penjualan April 2019 sejumlah 746.951 ton.

Sepanjang tahun berjalan, volume penjualan semen dalam negeri SMCB tercatat 3,92 juta ton, lebih rendah 2,85% dibandingkan dengan tahun sebelumnya 4,03 juta ton. Sementara itu, volume penjualan ekspor tercatat merosot 27,35% menjadi 208.447 ton dari 286.930 ton pada tahun sebelumnya. Untuk total volume penjualan SMCB sepanjang tahun berjalan masih terkoreksi 4,48% dengan mencatatkan penjualan 4,13 juta ton dari tahun sebelumnya yang tercatat 4,32 juta ton.

BERITA TERKAIT

PEMERINTAH MASIH CARI FORMULA PENARIKAN PAJAK - JK: Pajak E-Commerce Jadi Masalah Dunia

Jakarta-Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, penarikan pajak untuk perusahaan digital seperti Google, Microsoft, Facebook, dan Amazon menjadi masalah dunia. Masalah…

Pasar Industri Plastik dan Karet Masih Prospektif

NERACA Jakarta – Industri plastik dan karet merupakan sektor manufaktur yang dinilai masih memiliki peluang pasar cukup besar. Produk yang…

RFB Catatkan Volume Transaksi Naik 10,5%

NERACA Jakarta – Semester pertama 2019, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) berhasil mencatatkan pertumbuhan volume transaksi sebesar 10,5% dan penguasaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Menjawab Tantangan IKM From Zero To Hero

Pesatnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia memacu geliat pertumbuhan industri e-commerce terus berkembang pesat. Berdasarkan prediksi McKinsey, penetrasi belanja online…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Pastikan Suspensi KIJA Masih Berlanjut

NERACA Jakarta – Meskipun PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sudah memberikan penjelasan terkait potensi gagal bayar atau default atas…

Rajawali Nusindo Buka Gudang Baru di Solo

Dalam rangka peningkatan omzet dan kinerja operasional, PT Rajawali Nusindo sebagai anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang bergerak…