Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809 miliar tersebut turun 54% dari priode yang sama tahun lalu mencatatkan rugi bersih sebesar Rp3,938 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Emiten jasa transportasi tersebut menyebutkan, pendapatan sepanjang kuartal I 2019 sebesar Rp36,85 miliar atau naik 579,88% dibanding kuartal I tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp542,9 juta. Tetapi, beban pendapatan naik 491,09% menjadi Rp25,89 miliar dibanding akhir kuartal I 2018 yang tercatat sebesar Rp438,5 juta. Pada defisiensi modal tercatat minus Rp62,433 miliar atau naik 2,98% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp60,62 miliar.

Sedangkan kewajibanperseroantercatat senilai Rp396,11 miliar atau mengalami penurunan 3,011% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp408,4 miliar. Sementara aset perseroan tercatat senilai Rp333,68 miliar atau turun 4,08% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp347,83 miliar.

Guna menggenjot pertumbuhan bisnis, perseroan berencana melakukan kajian pada potensi bisnis angkutan bus di Jalan Tol Trans Jawa. Direktur Utama SAFE, John Pieter Sembiring pernah bilang, kajian akan potensi rute di Trans Jawa akan dilakukan di beberapa bulan ke depan. "Nanti setelah kajian kita akan ajukan proposal juga untuk buka rute,"ungkapnya.

Sejauh ini Steady Safe baru beroperasi sebagai penyedia bus Transjakarta. Adapun bersama Transjakarta Steady Safe memiliki kontrak berjangka 10 tahun. Terkait Tol Trans Jawa, Kementerian Perhubungan mengurungkan niat untuk mendirikan perusahaan bus khusus yang melayani Tol Trans Jawa. Alhasil opsi yang diputuskan untuk bus lintas tol Trans Jawa ini adalah tetap menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang sudah ada.

BERITA TERKAIT

Sentry Safe Hadirkan Brankas dengan Proteksi terhadap Kebakaran dan Banjir

  NERACA Jakarta – Brankas biasanya digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen penting ataupun barang-barang berharga. Oleh karena itu Sentry Safe mengeluarkan…

Zurich Jamin Kesehatan Hingga Rp30 miliar - Luncurkan Produk Critical Advantage

    NERACA   Jakarta - Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi untuk penyakit kritis yaitu Zurich Critical Advantage (ZCA). Produk…

DEFISIT APBN MELEBAR HINGGA RP 135 TRILIUN LEBIH - Menkeu: Pertumbuhan Semester I Capai 5,1%

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di semester I-2019 mencapai  5,1%.  Angka ini berdasarkan perhitungannya terhadap kontribusi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Torehkan Kinerja Sangat Baik - BTN Meraih Penghargaan CSA Award 2019

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) meraih penghargaan CSA Award 2019. Penghargaan emiten dengan kinerja terbaik tersebut, hasil kerja…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…