BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar dari PT Batavia Prosperindo Sekuritas (BPS), anak usaha dengan 99,9% kepemilikan oleh perseroan. Informasi tersebut disampaikan perusahaan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Sekretaris Perusahaan BPII, Kamal, anak usaha yang bergerak dibidang perantara perdagangan efek dan penjaminan efek pada tahun ini memberikan dividen tahun buku 2018 sebesar Rp12,9 miliar.”BPS adalah entitas anak yang sahamnya dimiliki oleh perseroan sejumlah 799.999 lembar saham atau 99,99% kepemilikan,”ujarnya.

Untuk diketahui, BPII mencatatkan pendapatan sebesar Rp76,1 miliar dan laba bersih sebesar Rp17,8 miliar pada kuartal I 2019. Sebagai informasi, perseroan berencana melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 48,21 juta saham atau 9,38% dari total modal ditempatkan dari perseroan.

Nantinya saham akan diserap PT Batavia Prosperindo Makmur (BPM) sebagai pembeli siaga atau standby buyer. BPII dan BPM memiliki hubungan afiliasi karena memiliki pemegang saham pengendali yang sama, yaitu Malacca Trust Pte Ltd, sebuah badan usaha yang berdomisili di Singapura.

Disebutkan, dengan asumsi seluruh saham baru telah diterbitkan, pemegang saham lama akan terkena dilusi kepemilikan saham sebesar 8,58% dari kepemilikan sebelum pelaksanaan private placement. Aksi korporasi BPII kali ini tidak hanya private placement. BPII juga akan menerima penyetoran modal saham dalam bentuk lainnya (inbreng) yaitu berupa saham PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) yang dimiliki BPM sebagai perusahaan afiliasi. Oleh karenanya, setelah penyetoran modal saham dalam bentuk inbreng, penyertaan saham BPII pada BPFI akan meningkat.

BERITA TERKAIT

Investasikan Dana Rp 37,5 Miliar - Satyamitra Bangun Pabrik Baru di Jateng

NERACA Jakarta - Mengantongi dana hasil penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) Rp 124,5 miliar, PT Satyamitra…

Biaya Eksplorasi BSSR Capai Rp 1,06 Miliar

Emiten pertambangan, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) melalui anak perusahaannya PT Antang Gunung Meratus telah menyelesaikan aktivitas eksplorasi pada bulan…

Bangun Pabrik Pakan Ternak - Japfa Investasikan Dana Rp 600 Miliar

NERACA Jakarta – Dalam rangka ekspansi bisnisnya, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) meresmikan pabrik pakan ternak baru yang menelan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Menjawab Tantangan IKM From Zero To Hero

Pesatnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia memacu geliat pertumbuhan industri e-commerce terus berkembang pesat. Berdasarkan prediksi McKinsey, penetrasi belanja online…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Pastikan Suspensi KIJA Masih Berlanjut

NERACA Jakarta – Meskipun PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sudah memberikan penjelasan terkait potensi gagal bayar atau default atas…

Rajawali Nusindo Buka Gudang Baru di Solo

Dalam rangka peningkatan omzet dan kinerja operasional, PT Rajawali Nusindo sebagai anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang bergerak…