Mitrabara Tebar Dividen Rp 71 Miliar

NERACA

Jakarta – Berhasil membukukan kinerja yang positif sepanjang tahun 2018 kemarin, emiten pertambangan batu bara PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) membagikan dividen final sebesar Rp 58 per saham atau senilai Rp 71 miliar untuk tahun buku 2018.”Pemegang saham sepakat membagikan dividen final sebesar Rp 58 per saham," kata Presiden Direktur Mitrabara Adiperdana, Widada di Jakarta, kemarin.

Widada mengatakan, selain dividen final, perseroan juga telah membagikan divdien interim pada Desember 2018 sebesar Rp 240 per saham atau senilai Rp 294 miliar. Dengan demikian, total dividen yang dibagikan perusahaan sebesar Rp 298 per saham atau senilai Rp 365,7 miliar. Dividen ini setara dengan 40% lebih dari laba bersih 2018 yang tercatat US$ 50,31 juta. "Jadi dividend payout ratio sekitar 40% lebih," kata Widada.

Sepanjang 2018, laba bersih perusahaan mencapai US$ 50,31 juta atau turun dari US$ 58,63 juta pada 2017. Hal ini sejalan penurunan pendapatan sekitar 0,17% menjadi US$2 58,13 juta pada 2018 dari US$ 258,58 juta pada 2017. "2018 merupakan tahun yang cukup menantang bagi industri batu bara secara global sebagai akibat dari perubahan kondisi pasar," kata Widada.

Dalam RUPSLB, pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri Shinichi Naruuchi dan Ricard Pardede sebagai wakil direktur utama dan direktur independen serta mengangkat Hidefumi Kodama dan Deden Ramadhan selaku wakil direktur utama dan direktur. PT Mitrabara Adiperdana Tbk yang merupakan bagian Group Baramulti pada 2019 menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 4,967 juta.

Capex sekitar US$ 2,3 juta untuk perawatan mesin dan alat berat, sekitar US$ 1,5 juta untuk perawatan gedung dan infrastruktur, US$ 514.000 untuk peralatan tambang, US$ 407.000 untuk peralatan kantor dan sisanya US$ 90.000 untuk kendaraan. "Sumber pembiayaan capex dari kas internal," kata Widada.

Pada tahun 2018 perusahaan berhasil meningkatkan kapasitas produksi batu bara hingga mencapai 4 juta ton, yang dipasarkan kepada konsumen di Asia Pasifik seperti Tiongkok, India, Jepang, Pakistan, Vietnam. Sementara untuk dalam negeri, perseroan memasok untuk pembangkit Paiton. Sebagai informasi, hingga Mei 2019 telah merealisasikan volume produksi batu bara 1,7 juta hingga 1,8 juta ton.

Menurut Widada, perseroan juga memilikiinventory380.000 ton pada awal tahun. Disampaikannya, produksi perseroan stabil sejak 2015 pada kisaran 3,5 juta ton hingga 4 juta ton. Pasar utama perseroan saat ini berada di China, India, serta Jepang. Perseroan mengungkapkan, pangsa pasar penjualan sebanyak 31% ke India pada 2018. Posis kedua ditempati oleh Filipina dengan 17%.

Sementara itu, China berada di posisi ketiga dengan 13%. Adapun, penjualan ke Jepang tahun lalu berkontribusi 7% atau di bawah Korea Selatan sebanyak 11%. “Kami akan kejar premium di Jepang. Tahun lalu agak minimal [penjualan] dan tahun ini akan dikejar,” imbuhnya.

BERITA TERKAIT

Pacu Bisnis, BTN Syariah Buka Cabang di Kendari

NERACA Jakarta- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kian mengembangkan bisnis syariahnya dengan membuka Kantor Cabang Syariah (KCS) ke-25 di…

Pacu Bisnis, BTN Syariah Buka Cabang di Kendari

NERACA Jakarta- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kian mengembangkan bisnis syariahnya dengan membuka Kantor Cabang Syariah (KCS) ke-25 di…

Sikapi Kasus Hanson International - Tantangan Menjaga Kepercayaan Investor Yang Sehat

Di tengah geliatnya pertumbuhan industri pasar modal, dari segi nilai transaksi, jumlah investor lokal dan produk investasi yang ditawarkan, rupanya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

ORORI Distribusi Eksklusif WARIS Sampoerna

ORORI Group, pelopor penjualan perhiasan daring di Indonesia mengumumkan kemitraan eksklusif dengan PT Sampoerna Gold Indonesia (PT SGI) untuk memasarkan…

Aksi Korporasi Indosat Ooredoo - Pemegang Saham Setujui Penjualan Menara

NERACA Jakarta –Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) menyetujui rencana transaksi penjualan 3.100…

Realisasi Kontrak Adhi Karya Baru Capai 28%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja PT Adhi Karya Tbk (ADHI) di penghujung tahun masih jauh dari target, tengok saja realisasi…