Medsos Terbukti Tingkatkan Elektabilitas Parpol

Medsos Terbukti Tingkatkan Elektabilitas Parpol

NERACA

Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan pemanfaatan media sosial (medsos) sebagai alat kampanye merupakan suatu bentuk revolusi komunikasi di ranah politik Indonesia.

"Tidak dipungkiri, peran medsos berhasil meningkatkan elektabilitas sejumlah partai politik (parpol)," kata Emrus Sihombing di Jakarta, Senin (3/6).

Saat ini, kata dia, tidak lagi melihat kampanye terbuka yang mengerahkan massa besar-besaran, justru di ranah media sosial publik menyaksikan hiruk pikuknya kampanye untuk merebut hati warganet (netizen) sehingga memilih partai tertentu.

Menurut dia, sejumlah parpol sudah sejak lama sadar akan pentingnya media sosial dalam mendorong elektabilitas partai. Ia menyebutkan di antara sekian banyak parpol di Indonesia, akun Facebook PDIP menjadi akun terlama, tepatnya sejak 2008, diikuti oleh Partai Amanat Nasional (8 tahun), dan Partai Keadilan Sejahtera (7 tahun).

Pada era disrupsi seperti saat ini, lanjut Emrus, kampanye terbuka dinilai sudah tidak efektif lagi karena selain menyedot anggaran yang luar biasa besarnya, kehadiran massa yang begitu besar dalam sebuah kampanye terbuka bukanlah indikator kemenangan."Karena di balik keramaian massa yang disesaki beragam atribut, belum tentu terselip makna yang berarti," ujar dia.

Meskipun demikian, tambah dia, segencar atau seproduktif apa pun sebuah parpol berkampanye di media sosial jika parpol tersebut gagal menyampaikan ideologi atau pesan ke audiens, kampanye tersebut tetap akan sia-sia.

"Jadi, konten sangat penting. Jangan sampai membuat konten yang cenderung negatif atau menjatuhkan parpol lain. Lewat medsos, parpol dapat menyuarakan gagasan dan visi dan misi mereka secara lebih komprehensif, bahkan berpotensi viral," ujar dia melalui keterangan tertulis.

Sementara itu, pengamat medsos Enda Nasution menuturkan bahwa media sosial memiliki dua fungsi, yakni fungsi komunikasi pada konstituen dan masyarakat luas untuk membangun kedekatan emosional serta fungsi sebagai wadah aspirasi rakyat."(Medsos) tidak sekadar platform interaksi saja, tetapi juga untuk membangun branding, kekaguman pada suatu entitas, khususnya pada parpol," ujar dia.

Selain prevalensi di ranah virtual, lanjut Enda, keunggulan atau kehadiran sebuah parpol di medsos tak terlepas dari beberapa faktor, yakni figur/kader partai, pemberitaan di media massa yang begitu masif dan primodialisme.

Peran medsos dalam mendongkrak elektabilitas parpol dibenarkan oleh Ketua Bidang Ekonomi Kreatif PDIP untuk periode 2015 s.d. 2020 Prananda Prabowo.

Berdasarkan hasil real count KPU pada Pemilu 2019, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berhasil memuncaki daftar hasil rekapitulasi final pemilu anggota legislatif dengan peroleh suara 19,33 persen, diikuti oleh Gerindra (12,57 persen), Golkar (12,31 persen), PKB (9,69 persen), dan NasDem (9,05 persen).

Putra Megawati Soekarnoputri ini memprioritaskan media sosial sebagai alat kampanye utama partainya, mengingat besarnya peran media sosial dan juga masifnya pengguna internet di Indonesia. Ant

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Kualitas SDM, Inovasi Goyang Gayo Pemkab Gianyar menuju TOP 45 Sinovik 2019

Tingkatkan Kualitas SDM, Inovasi Goyang Gayo Pemkab Gianyar menuju TOP 45 Sinovik 2019 NERACA Gianyar, Bali - Mewujudkan sumber daya…

Tingkatkan Kinerja Ekspor - Sharp Tambah Lini Produksi Mesin Cuci

NERACA Jakarta – Genjot kinerja penjuakan ekspor, PT Sharp Electronics Indonesia menambah lini produksi di kategori mesin cuci tipe satu…

Depok Tingkatkan Pelayanan Publik dengan Teknologi Informasi

Depok Tingkatkan Pelayanan Publik dengan Teknologi Informasi NERACA Depok - Pemerintah Kota Depok berusaha memperbaiki layanan publik dengan memanfaatkan teknologi…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Laporan Pemberantasan Korupsi Kaltim Capai 80 Persen

Laporan Pemberantasan Korupsi Kaltim Capai 80 Persen NERACA Samarinda - Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (Korsupgah KPK)…

Perusahaan Indonesia Suka Arbitrase Selesaikan Sengketa Bisnis

Perusahaan Indonesia Suka Arbitrase Selesaikan Sengketa Bisnis   NERACA Jakarta - Ahli hukum Wincen Santoso melihat dalam beberapa tahun terakhir ini…

Bank Sinarmas Serahkan Kepada Penyidik Kejaksaan - Soal Kasus Aset LCC

Bank Sinarmas Serahkan Kepada Penyidik Kejaksaan Soal Kasus Aset LCC NERACA Jakarta - Perseroan Terbatas Bank Sinarmas Tbk menyerahkan penanganan…