CCSI Tetapkan Harga IPO Rp 250 Persaham

Jelang pencatatan saham perdana di pasar modal, PT Communication Cable System Indonesia Tbk (CCSI) telah menetapkan harga saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 250 per lembar saham. Informasi tersebut seperti dikutip dalam laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan penyataan efektif penerbitan sebanyak 200 juta lembar saham PT Communication Cable System Indonesia Tbk melalui penawaran saham perdana pada tanggal 31 Mei 2019. Dimana penawaran umum perdana perseroan telah didaftarkan ke dalam penitipan kolektif KSEI.

Kata Direktur Utama KSEI, Uriep Budhi Prasetyo, PT Communication Cable System Indonesia Tbk akan melakukan penawaran umum pada tanggal 11-12 Juni 2019 dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 18 Juni 2019. Sementara itu, perseroan telah menetapkan harga pelaksanaan IPO pada level Rp250 per lembar saham. Sehingga perseroan akan meraup dana sebesar Rp50 miliar.

Untuk diketahui, perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek. John Octavianus, Head of Investment Banking UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin emisi efek pernah bilang, pada saat penawaran awal, terjadi oversubscribed hingga dua kali permintaan. Sebagai informasi, CCSI merupakan salah satu pemasok kabel laut serat optik, kabel darat dan pippi HDPE untuk mega proyek pemerintah Palapa Ring.

Palapa Ring merupakan proyek pembangunan serat optik dengan panjang 36.000 kilometer.Saat ini, pemerintah sedang terus melanjutkan proyek tersebut, terkhusus di Indonesia bagian Timur. Untuk kawasan tersebut, atau area Palapa Ring-Timur, pemerintah akan membangun sejauh 4.450 kilometer yang terdiri dari sub-marine cable sejauh 3.850 kilometer dan land cable sepanjang 600 kilometer.

BERITA TERKAIT

Patok Harga Rp 1.495 Persaham - LPCK Raup Dana Rights Issue Rp 2,96 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih…

OJK Tetapkan Bali United Sebagai Efek Syariah

NERACA Jakarta -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk atau Bali United sebagai efek syariah. Penetapan…

Bidik Dana IPO Rp 62,5 Miliar - Bima Sakti Pertiwi Percantik Mal di Pekanbaru

NERACA Jakarta – Guna mendanai ekspansi bisnis berupa pembebasan lahan dan pembangunan mall baru, PT Bima Sakti Pertiwi (BSP) perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…