KKP Kantongi Investasi Rp 1,4 Triliun dari China - Kembangkan Ekonomi Berbasis Kelautan

NERACA

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengaku telah mengantongi komitmen investasi senilai Rp1,4 triliun dari China. Negeri Tirai Bambu tersebut akan mengucurkan dana itu untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia lewat program pembangunan ekonomi berbasis kelautan (blue economy).

"Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) telah berkomitmen mengucurkan dana sebesar Rp 1,4 triliun untuk kerjasama di bidang kelautan selama lima tahun," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, Senin (26/3).

Menurut dia, konsep ekonomi berbasis kelautan itu terkait dengan manajemen berkesinambungan serta melestarikan sumber-sumber kelautan, khususnya yang menyangkut dengan keamanan pangan (food security), perubahan iklim (climate change), pemberantasan pencurian ikan (IUU fishing), kerja sama bidang riset dan pengembangan, serta peningkatan kesadaran atas isu-isu kelautan.

Lebih lanjut Cicip mengungkapkan, kerjasama ini dapat mengangkat kepentingan RI dalam mengusung penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan untuk menguatkan posisi geopolitis Indonesia sebagai negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia yang diakui dunia dalam World Ocean Conference (WOC) di Manado tahun 2009 silam. Kerjasama antara Indonesia dengan China telah dirintis oleh kedua negara sejak tahun 1994 lalu. Implementasi kerjasama antara kedua negara tersebut sangat signifikan dengan pendirian ICCOC (Indonesia China Ocean and Climate Center) dan Marine Station.

Dalam pertemuan bilateral ini, kedua negara menggarisbawahi pentingnya penguatan kerjasama di sektor kelautan dan perikanan, dimana sektor ini di masa yang akan datang akan dapat memainkan peranan penting dalam menghadapi isu-isu global. Selain akan mengucurkan investasi Rp 1,4 triliun, China dan Indonesia juga sepakat membentuk Indonesia-China Center for Ocean Climate (ICCOC) di lima lokasi, di antaranya Natuna, Prancak, Morotai, dan dua lagi Indonesia Kawasan Timur. Tugas pokoknya, antara lain meningkatkan komunikasi antar ilmuwan kedua negara, publikasi jurnal ilmiah dan laporan penelitian, dan menyusun peralatan dan kapal yang akan digunakan dalam investigasi bersama.

Oleh karena itu, sambung Cicip, agar kedua belah pihak dapat memberikan upaya maksimal dalam implementasi kerja sama serta memastikan keberlangsungan kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan. Selain itu, lanjutnya, kerja sama ini memberikan manfaat yang positif terhadap kemajuan ekonomi kedua negara serta dapat meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan dan pendidikan formal yang lebih tinggi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan managemen kelautan.

Selain itu, pemerintah China juga siap membantu KKP untuk pengembangan pendidikan dalam bentuk beasiswa untuk pasca sarjana tingkat master dan doktoral di bidang kelautan dan perikanan. Kesepakatan lainnya, pemerintah China akan membantu KKP dalam pengadaan kapal riset, khususnya riset dilaut dalam. “Pemerintah akan terus mendorong masuknya investor untuk meningkatkan pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Sehingga kesejahteran masyarakat semakin membaik,” tandas Cicip.

Related posts