Bayar Utang, PTPP Terbitkan Surat Utang Senilai Rp 100 Miliar

Neraca

Jakarta- PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) tahap XVI senilai Rp100 miliar, bertenor 14 bulan sejak 21 Maret 2012 sampai dengan 21 Maret 2014. "Mekanisme dan wilayah penawarannya adalah penawaran terbatas di Jakarta," kata Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo di Jakarta, Senin (26/3).

Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan mempercayakan Mandiri Sekuritas dan adapun pihak-pihak yang telah membeli MTN perseroan adalah institusi perbankan. Disebutkan, dana dari penerbitan surat utang ini rencananya digunakan untuk refinancing MTN yang akan jatuh tempo pada tahun ini.

Asal tahu saja, tahun ini, perseroan memiliki MTN utang yang jatuh tempo senilai Rp175 miliar, antara lain MTN XIII tahun 2011 sebesar Rp75 miliar yang jatuh tempo pada 14 September 2012 dan MTN XII tahun 2012 sebesar Rp100 miliar jatuh tempo pada 28 Agustus 2012.

Penerbitan MTN ini merupakan bagian dari rencana perseroan untuk menerbitkan surat utang dengan total Rp250 miliar. Pada tahun ini, PTPP berencana menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp400 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk investasi dalam pembangunan pembangkit listrik, infrastruktur dan properti.

Pendanaan untuk belanja modal akan berasal dari sisa dana IPO yang dilakukan perusahaan pada 2010 dan dari kas internal perusahaan. Pada tahun 2011, laba perseroan tercatat tumbuh sebesar 19,13% menjadi Rp240,22 miliar pada 2011 dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp201,64 miliar.

Kenaikan laba bersih ini ditopang dari kenaikan pendapatan usaha perseroan menjadi Rp6,23 triliun pada 2011 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,40 triliun. Kemudian untuk pendapatan tahun 2012, perseroan memproyeksikan sebesar Rp 8,7 triliun atau meningkat 40% pada tahun ini, dibandingkan dengan proyeksi 2011 sekitar Rp8,4 triliun. Dengan pencapaian pendapatan ini diperkirakan akan mendongkrak laba bersih sekitar 28,34% menjadi Rp308 miliar pada 2012.

Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo pernah bilang, pencapaian ini ditopang oleh empat pilar bisnisnya, yakni konstruksi, properti, EPC dan investasi. "Untuk menghasilkan pertumbuhan yang berkesinambungan, PP selalu menerapkan program inovasi dan efisiensi," katanya.

Menurutnya, salah satu inovasi adalah program green di mana PTPP merupakan kontraktor pertama di Indonesia yang menerapkan konsep Green Contractor, sehingga dipercaya untuk membangun sejumlah gedung dengan konsep Green Building, di antaranya Kedutaan Singapura, Kedutaan Austria, FSIP UIN Syarief Hidayatullah, gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan kantor pusat Jasa Marga."Bahkan saat ini, kita sudah kembangkan pada paket design & build untuk Green Building," ungkapnya.

Perseroan menargetkan order book tahun ini sebesar 27 Triliun yang terdiri dari sisa kontrak tahun lalu (carry over) Rp 10,1 triliun dan kontrak baru Rp 16,9 Triliun. Target kontrak baru ini meningkat 39,6% bila dibandingkan perolehan kontrak baru tahun lalu sebesar Rp 12,1 Triliun. (bani)

Related posts