Australia Bantu Indonesia 22 Juta Dolar

Tanggulangi Penyakit Ternak

Kamis, 10/03/2011

Tanggulangi Penyakit Ternak

Australia Bantu Indonesia 22 Juta Dolar

NERACA

Jakarta – Indonesia mendapatkan dana hibah sebesar 22 juta dolar Australia untuk penanggulangan penyakit menular pada ternak. Dana berasal dari AusAID tersebut diimplementasikan oleh Departemen Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia melalui Kantor Kepala Dokter Hewan bermitra dengan Kementerian Pertanian (Kementan) Indonesia.

Menteri Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia Joe Ludwig mengatakan mendukung Indonesia dalam sistem kesehatan hewan, termasuk pendeteksian dan pengendalian cepat penyakit-penyakit hewan menular yang baru muncul. “Kerjasama dalam kemitraan ini akan menguntungkan baik bagi Indonesia maupun Australia dengan melindungi kesehatan hewan dan manusia,” ujar Ludwig di Kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (9/3).

Menurut Ludwig, upaya karantina di area perbatasan merupakan elemen penting dari sebuah sistem biosekuriti yang kuat. Tapi, lanjut Ludwig, penyakit tidak mengenal wilayah perbatasan. Sebab sistem biosekuriti yang kuat juga berarti menjalin kerja sama dengan negara tetangga dalam penanggulangan penyakit hewan menular. ”Termasuk penyakit hewan yang menular ke manusia,” tutur Ludwig

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Bayu Krisnamurthi menambahkan dana hibah tersebut untuk jangka waktu empat tahun, yakni mulai 2010 hingga 2014 yang merupakan bagian dari kesepakatan untuk membangun sistem kesehatan hewan dan penanggulangan penyakit hewan menular di Indonesia. “Program ini, dibangun berlandaskan program sebelumnya, namun akan memperluas fokusnya tidak hanya pada flu burung, tetapi juga pada hewan menular lainnya seperti rabies,” ucapnya. **ruhy