Indofood Siapkan Belanja Modal Rp 2 Triliun

NERACA

Jakarta – Kejar pertumbuhan pendapatan lebih besar dibandingkan tahun lalu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menganggarkan belanja modal sebesar Rp7,4 triliun untuk melaksanakan ekspansi bisnis.“Perseroan perseroan memasang target pertumbuhan penjualan pada levelhigh single digitpada tahun ini. Hingga kuartal I/2019, penjualan bersih perseroan mencapai Rp19,17 triliun atau tumbuh 8,73% secara tahunan,”kata Direktur Utama Indofood Sukses Makmur, Anthoni Salim beberapa di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Direktur Keuangan Indofood Sukses Makmur, Thomas Tjhie, perseroan akan menggunakan belanja modal ini di antaranya untuk entitas anak PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sebesar Rp3,9 triliun, PT Bogasari Flour Mills sebesar Rp1,4 triliun, untuk lini usaha agribisnis sebesar Rp1,9 triliun, dan untuk lini usaha distribusi sebesar Rp200 miliar."Untuk agrisbisnis, kami masih ada penanaman yang butuh capex," ujarnya.

Thomas menjelaskan, alokasi belanja modal berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Lebih lanjut, perseroan menunda rencana penerbitan obligasi karena kondisi pasar kurang bagus.Perseroan akan menunda penerbitan obligasi hingga kondisi pasar membaik. Penerbitan obligasi itu semula direncanakan untuk refinancing obligasi jatuh tempo pada 13 Juni 2019.

Selain itu, lanjutnya, perseroan telah menyiapkan dana untuk pembayaran pokok obligasi Indofood Sukses Makmur VII Tahun 2014 sebesar Rp2 triliun dengan menggunakan fasilitas pinjaman yang ada dari beberapa bank."Rencana obligasi awalnya untuk refinancing. Tapi setelah kami pelajari marketnya kurang bagus, kuponnya mahal," jelasnya.

Perseroan mengungkapkan, momentum puasa dan lebaran menjadi berkah tersendiri. Pasalnya, tingkat konsumsi masyarakat yang meningkat akan mengerek penjualan produk makanan dan minuman perseroan. Dimana perseroan memperkirakan segmen tersebut dapat tumbuh sekitar 10%. Lebih lanjut, perseroan belum meningkatkan harga jual rata-rata produk pada tahun ini. Kenaikan harga jual rata-rata produk masih mempertimbangkan kondisi pasar.

Kemudian pada agenda rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar Rabu (29/5), menyepakati rasio dividen tunai sebesar 50% dari laba bersih perseroan pada 2018. Mengacu pada dividen ratio tersebut, dividen INDF sebesar Rp236 per saham dan ICBP sebesar Rp195 per saham.Nilai dividen INDF untuk tahun buku 2018 lebih rendah dibandingkan dengan tahun buku 2017 sebesar Rp237 per saham. Adapun, nilai dividen ICBP untuk tahun buku 2018 lebih tinggi dibandingkan dengan tahun buku 2017 sebesar Rp162 per saham.

BERITA TERKAIT

Pieter Tanuri Tambah Porsi Saham di BOLA

NERACA Jakarta –Perkuat porsi kepemilikan saham, Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52%…

BEI Kantongi 22 Calon Emiten Bakal Go Public

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesumbar bakal mencatatkan 60 emiten baru sampai akhir tahun 2019 seiring dengan…

Lippo Karawaci Tunjuk Rudy Halim Jadi COO

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menunjuk Rudy Halim sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah efektif…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

Saat Ini Momentum Tepat Starup Go Public

Maraknya beberapa perusahaan starup yang mencatatkan saham perdananya di pasar modal, menjadi sentimen positif bagi perusahaan starup lainnya untuk mengikuti…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…