ADB Minta Percepat Transformasi Struktural

NERACA

Jakarta – Bank Pembangunan Asia mendorong Indonesia melakukan transformasi structural, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan investasi. “Perlu dilakukan upaya-upaya yang bisa mempercepat pembangunan infrastruktur baru, memperkuat pemerintahan, meningkatkan investasi swasta dan juga mengatasi kesenjangan antar daerah dalam hal aksesibilitas untuk pendidikan dan keselamatan kerja,” kata Kepala Ekonom Asian Development Bank (ADB) Changyong Rhee dalam peluncuran buku yang berjudul Diagnosing the Indonesian Economy: Toward Inclusive and Green Growth di hotel Pullman Jakarta, Senin (26/3).

Menurut Rhee, berbagai usaha manufaktur, jasa dan pertanian harus segera ditingkatkan untuk mendorong peningkatan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan dan mengurangi kesenjangan. “Semua itu memerlukan infrastruktur yang lebih baik. Perbaikan tata kelola serta peningkatan investasi dibidang pendidikan dan juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus ramah lingkungan,” tambahnya.

Jika gagal menangani hal tersebut, kata Rhee, Indonesia bisa masuk ke dalam perangkap negara berpendapatan menengah. Situasi semacam ini terjadi jika negara berpendapatan menengah tidak bisa lagi bersaing dengan negara yang menawarkan upah tenaga kerja yang rendah, tetapi belum memiliki sumber daya manusia, infrastruktur dan teknologi untuk naik ke negara berpendapatan tinggi. “Masalah ini tidak hanya dihadapi oleh Indonesia, banyak negara di Asia dan Amerika Latin juga menghadapi masalah yang sama,” imbuhnya.

Berdasarkan kajian ADB, perekonomian Indonesia termasuk kuat dan memiliki daya tahan tinggi, dan rata- rata tumbuh sebesar 5,9 % dalam lima tahun terakhir. Angka kemiskinan turun menjadi 12,4 %. Meningkatnya rating kredit Indonesia menjadi “investment grade” oleh dua lembaga pemeringkat kredit utama merupakan bukti membaiknya kinerja ekonomi Indonesia. Tetapi masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Pemulihan angka investasi dan pertumbuhan sektor manufaktur lambat. Meskipun angka pengangguran turun akhir-akhir ini, namun hampir dua pertiga lapangan kerja ada di sektor informal. Kesenjangan pendapatan belum membaik, dan sebagian besar penduduk masih tetap rentan.

Sementara, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana menambahkan pemerintah perlu konsisten dalam membangun institusi dan menerapkan tata kelola kelembagaan yang baik agar Indonesia dapat berkembang menjadi negara maju. "Isu korupsi dan desentralisasi masih menjadi pembahasan hangat akhir-akhir ini, dan pemerintah harus konsisten menyelesaikan ini agar tidak jatuh ke middle income trap," katanya.

Selain itu, lanjut dia, pemberdayaan kaum perempuan dan golongan muda juga sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. "Peran kaum perempuan dan golongan muda dalam segala aspek sangat penting, karena masa depan perekonomian tidak akan terealisasi tanpa keterlibatan mereka," ujar Armida. **bari

Related posts