Saatnya Introspeksi Diri

Bulan suci Ramadhan sebentar lagi akan berakhir. Tibalah momen Idul Fitri 1 Syawal 1440 H yang menjadi salah satu momen penting bagi umat Muslim untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat. Di Indonesia sendiri setiap lebaran ada tradisi tahunan yakni mudik ke kampung halaman.

Biasanya orang yang telah hidup lama di perantauan akan kembali ke kampung halaman untuk merayakan lebaran Idul Fitri di kampong halaman. Dalam mempersiapkan mudik ini, tidak hanya individu yang mempersiapkan bekal atau keperluan lain yang akan di bawa selama mudik. Namun, pemerintah juga disibukkan dengan berbagai hal terkait mudik. Di mulai dari Dinas Perhubungan yang perlu mempersiapkan jalur untuk mudik yakni jalur darat, udara maupun laut. Tak ketinggalan pula Dinas PU yang juga disibukkan dengan perbaikan-perbaikan jalan raya supaya bisa dilalui para pemudik dengan nyaman.

Selain itu, Polri dan TNI juga dipersiapkan di beberapa titik untuk mengawal para pemudik. Kebutuhan akan BBM pun meningkat menjelang mudik. Selain itu BI juga mempersiapkan uang baru yang juga menjadi kebutuhan masyarakat selama lebaran idul fitri. Karena memang tradisi Idul Fitri juga tidak lepas dari bagi-bagi uang baru kepada anak-anak maupun orang yang lebih muda dan sebagiannya kepada fakir miskin sebagai wujud rasa syukur kepada Allah.

Sebenarnya mudik pada Hari Raya Idul Fitri tidak hanya semata-mata balik kampung saja. Namun, maknanya akan lebih dalam ketika dikaji lebih jauh. Kegiatan mudik ini bisa menjadi bahan instropeksi ketika mau direnungkan. Biasanya orang-orang meninggalkan kampung halamannya dan datang ke kota-kota besar untuk bekerja dan mencari pengalaman. Ketika telah sukses, mereka tidak serta merta melupakan kampung halamannya. Tetapi, masih akan mengunjunginya lagi yang biasanya dilaksanakan pada Hari Raya Idul Fitri.

Nah, ketika banyaknya orang sukses yang kembali ke kampung halaman meskipun untuk sementara waktu, diharapkan dapat membawa perubahan bagi kampung halaman sehingga dapat semakin maju. Begitu pula sebaliknya, nilai-nilai luhur yang diterima sewaktu masih berada di kampung halaman bisa diingat kembali dan kemudian melekat lagi pada tiap orang. Nilai-nilai baik itupun akan terbawa ke kota dan diterapkan disana.

Tentunya masing-masing kampung memiliki adat istiadat dan tata cara yang berbeda. Namun, tetap memiliki nilai luhur yang dijaga oleh masyarakatnya. Ketika mudik, menjadi momen yang pas untuk semakin akrab dengan keluarga, kerabat, teman, dan juga semakin paham tentang betapa indahnya nilai-nilai yang diajarkan semasa kecil di kampung halaman.

Kehidupan di kota mungkin bisa merubah karakter dan sifat seseorang. Persaingan yang ketat di ibukota maupun kota-kota besar lainnya membuat seseorang harus tahan banting dalam menjalani kehidupannya. Kota metropolitan dengan segala gemerlapnya juga bisa mengubah pandangan hidup seseorang yang tadinya lurus menjadi terbawa arus dan terpengaruh lingkungan. Mudik dan untuk beberapa waktu kembali lagi ke kampung halaman bisa menjadi obat bagi jiwa-jiwa yang gersang dan lelah untuk bisa tahu kembali apa tujuan hidupnya.

Ketika telah lama jauh dari kampung halaman, maka ketika mudik ada rasa yang lebih bahagia saat akhirnya bisa kembali lagi ke tempat dimana kita dibesarkan. Bayangan tentang masa kecil yang masih polos tentu akan terputar kembali di dalam kepala. Ketika itu terjadi, maka proses merenung pun akan berjalan secara alami. Mudik di Idul Fitri bisa menjadi momen yang pas untuk menginstropeksi diri.

Dalam bulan Ramadhan yang menjadi bulan istimewa dimana setiap muslim berusaha untuk meningkatkan ibadahnya. Namun, penting bagi kita untuk menginstropeksi diri apa saja yang sudah ditingkatkan selama bulan Ramadhan dan apa saja yang masih belum maksimal. Jadi, meski Ramadhan telah usai, kebaikan-kebaikan yang dilakukan selama bulan ramadhan tetap dijalankan di masa datang.

Tradisi tersebut tentunya bagus dan perlu dilestarikan. Dengan adanya Idul Fitri ini maka akan tercipta rasa saling menyayangi antar keluarga, teman, dan saudara. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1440 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

BERITA TERKAIT

TREN PENURUNAN SUKU BUNGA DI DUNIA - OJK: Saatnya Turunkan Bunga Acuan BI

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Bank Indonesia sudah saatnya segera menurunkan tingkat suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate-7DRRR).…

Bisnis E-Commerce, Pertarungan Harga Diri Produk Lokal

Oleh: Pril Huseno Maraknya bisnis e-commerce di Indonesia yang bermain pada aneka situs belanja online (marketplace) seperti Lazada, Gojek, Tokopedia,…

Saatnya Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Oleh : Lisa Khairunisa, Pemerhati Media Sosial   Saat ini hampir setiap orang sangat memungkinkan untuk saling terhubung bahkan tanpa…

BERITA LAINNYA DI EDITORIAL

Waspadai Fluktuasi NPI

Data BPS mencatat neraca transaksi perdagangan Indonesia (NPI) pada akhir Desember 2018 defisit US$8 miliar lebih, kontras dengan periode akhir…

Standar Laporan Keuangan

Kemelut laporan keuangan PT Garuda Indonesia Tbk ternyata belum usai. Kementerian Keuangan menyimpulkan bahwa hasil audit laporan keuangan maskapai BUMN…

Diversifikasi Ekonomi Daerah

Prediksi sejumlah ekonom bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 (yoy) sebesar 5,2%, ternyata meleset pada hanya mencapai 5,07%, atau naik tipis…