Subsidi PLN Tak Ditambah, Cuma Rp 63 T - DPR Korbankan Rakyat

NERACA

Jakarta---Minimnya subsidi listrik yang hanya Rp63 triliun mengancam pasokan listrik untuk masyarakat kecil. Alasannya PLN ternyata mengalami kesulitan dana dengan terbatasnya subsidi untuk menambah pasokan listrik baru. "Ada potensi terganggu (pasokan listrik masyarakat kecil), tetapi kita akan lakukan yang terbaik lah," kata Kepala Divisi Niaga PT PLN, Benny Marbun di Jakarta, Senin (26/3)

Menurut Benny, guna mengantisipasi hal ini, maka PLN akan melakukan usaha-usaha penghematan pasokan listrik di perkantoran dan tempat yang dianggap menggunakan listrik yang besar dan cenderung tidak terpakai. "Kalau kita melakukan penghematan katakanlah di kantor-kantor, dan di pemerintahan. Satu lampu jalan saja misalnya kita ubah satu lampu merkuri menjadi lampu yang hemat energi seperti solar cell, lampu penerangan jalan itu 250 watt sekitar 300 VA lah, dia ganti ke sollar cell itu bisa menyambung satu rumah 450 VA kan," tambahnya

Sementara Menteri ESDM, Jero Wacik mengakui tidak berhasil meyakinkan komisi VII DPR RI untuk menambah subsidi listrik dari Rp64,9 triliun menjadi Rp93 triliun. "Kan kita memperjuangkan angka Rp93 triliun, nah di komisi VII kan ini dibantah ini dibantah itu, ya istilahnya dalam argumentasi itu saya tidak berhasil meyakinkan komisi VII jadi cuma disepakati Rp64,9 triliun padahal yang diajukan pemerintah Rp93,4 triliun. Kemudian sekarang ini lah yang sekarang pindah ke Banggar," ungkapnya

Menurut Wacik, dari sembilan item yang diperjuangkan olehnya di Komisi VII DPR RI, dirinya hanya berhasil memperjuangkan beberapa saja untuk kemudian disepakati. "Karena saya tidak berhasil meyakinkan, jadi saya memperjuangkan sembilan item di hari pertama, dan berhasil, dan dihari kedua subsidi listrik dan kenaikan TDL disepakati tidak naik,” paparnya.

Yang jelas, kata acik, kemudian subsidi listrik hanya disetujui Rp64,9 triliun, kekurangannya tersebut yang ingin kita perjuangkan di sini. "Kelihatannya sudah clear tapi polanya berbeda karena tidak boleh mengubah keputusan komisi VII. Tapi akan ditambahkan dalam cadangan energi," tukasnya

Sebelumya, Menteri Keuangan, Agus Martowardoyo di sela-sela rapat bersama Badan Anggaran DPR RI menuturkan bahwa akan terjadi pemadaman listrik secara bergantian dan 2,5 juta penduduk terancam tidak bisa memasang listrik baru. "Kalau tidak ditambahin subsidi energi itu yang akan terjadi ada 2,5 juta rumah tangga tidak bisa pasang listrik. Dan kalau subsidi listrik tidak ditambah maka di beberapa daerah ada pemadaman,” urainya.

Yang sangat mengancam, kata mantan Dirut Bank Mandiri ini, sejumlah proyek PLN bisa mandeg dan tak bisa membayar utang. “Dan juga dikhawatirkan, PLN tidak bisa menyelesaikan pembangunan proyeknya dan juga PLN ada hutang yang menyalahi janji pada kreditur karena rasio yang tidak dapat dipenuhi," pungkasnya. **mohar

Related posts