SOTS Targetkan Pendapatan Tumbuh 20% - Bangun Tiga Hotel Baru

NERACA

Jakarta – Di tengah bisnis properti terancam lesu tahun ini, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) masih memiliki optimisme bisnis perseroan masih tumbuh positif. Dimana emiten properti ini membidik pertumbuhan pendapatan 20% dari realisasi tahun lalu,”Dengan menjadi perusahaan terbuka akan lebih mudah melakukan pendanaan untuk mempercepat pengembangan bisnis," kata Ivo Wongkaren, Direktur Utama Satria Mega Kencana di Jakarta, kemarin.

Dengan begitu pihaknya optimistis pertumbuhan kinerja juga semakin cepat. Tahun ini sendiri pihaknya akan membangun tiga hotel baru yakni di Bali, Labuan Bajo, dan Sumba Daya Barat, NTT. Dibalik rencana ekspansi, rupanya perseroan membukukan kinerja keuangan yang kurang memuaskan di kuartal pertama tahun ini. Tengok saja, hingga Maret pendapatan perseroan turun 4,02% menjadi Rp 4,53 miliar dibandingkan capaian di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,72 miliar.

Namun, dia, optimistis usai lebaran akan lebih membaik hal tersebut ditopang oleh hotelnya di Bali yang tengah kebanjiran jelang libur lebaran. Sebaliknya, hotel di Jakarta justru mengalami penurunan okupansi. Meski demikian, Ivo mengaku mengandalkan lini bisnis MICE yang kontribusinya lebih besar dibandingkan hotel. Dengan komposisi 60% MICE dan 40% hotel.

Asal tahu saja, untuk tingkat okupansi hotelnya yang berada di Jakarta rata-rata 70%. Oleh sebab itu, hingga akhir tahun nanti pihaknya membidik pertumbuhan 20%. Selain itu, guna mendanai ekspansi bisnisnya, perseroan akan mencari permodalan dengan rencana menerbitkan sebanyak 200 juta waran seri 1. Adapun dananya akan digunakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Ivo Wongkaren, menyebutkan bahwa untuk mendukung rencana pengembangan bisnis pihaknya akan meluncurkan waran. “Kami akan terbitkan waran di awal Juni untuk ekspansi usaha,”ungkapnya.

Adapun dari penerbitan waran tersebut diproyeksikan perseroan akan mendapatkan dana sebesar Rp 126 miliar. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pinjaman bank. Adapun tahun ini pihaknya akan memulai konstruksi berbagai proyek rencananya usai menambah landbank. Untuk proyek yang akan dibangun yakni 3 hotel di Bali, Labuan Bajo, dan Sumba Daya Barat, NTT.

Dari ketiga proyek tersebut, proyek di NTT menjadi proyek terbesar. Hal tersebut lantaran pihaknya memiliki lahan dengan luas sekitar 200 ha di bawah PT Tanjung Karoso. Untuk pengembangan lahan tersebut pihaknya menggandeng pihak dari Perancis yang belum bisa disebutkan namanya. Namun, ia memastikan konstruksi resort akan dilakukan pada kuartal tiga nanti.

Untuk proyek tersebut pihaknya memproyeksikan investasi yang disiapkan mencapai US$ 18 juta hingga US$ 20 juta. Kemudian untuk proyek selanjutnya yakni di Bali disebutnya tak akan mengambil dana investasi besar yakni berkisar Rp 100 miliar hingga Rp 120 miliar. Adapun saat ini pengembangan di Bali sendiri pihaknya tengah mencari partner.

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presiden Bakal Membuka Munas HIPMI Ke-XVI

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka musyawarah nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI)…

CEO Asia Aero Technology - Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorang Founder sekaligus CEO…

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…