Kino Indonesia Bagikan Dividen Rp 47 Miliar

NERACA

Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Kino Indonesia Tbk (KINO) sepakat membagikan dividen sebesar Rp32 per lembar saham. Dengan demikian, total nilai dividen yang dibagikan perseroan sebesar Rp47 miliar atau 30% dari total laba bersih tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp151 miliar.

Presiden Direktur KINO, Harry Sanusi mengatakan, RUPST menyetujui laporan keuangan perseroan tahun 2018 dan penggunaan laba bersih tahun 2018.”KINO akan membagi dividen Rp32 per lembar saham dengan total nilai sebesar 30% dari laba bersih tahun 2018,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya menambahkan, sisa laba bersih akan ditempatkan sebagai laba ditahan. Selanjutnya, dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat rencana kerja tahun 2019. Disampaikannya, perseroan berencana menambah kapasitas produksi dengan membangun pabrik. Untuk itu, lanjutnya, perseroan membutuhkan belanja modal sebesar Rp300 miliar sepanjang tahun 2019.

Adapun hingga kuartal I 2019 perseroan telah menggelontorkan Rp112 miliar untuk belanja modal. Dimana sumber belanja modal berasal dari kas internal dan sisa dana hasil IPO (initial public offering). Nantinya, dengan rencana tersebut, dia berharap, pada akhir tahun 2019, perseroan dapat membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 25% dibanding tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp3,612 triliun.“Dengan target tersebut, laba bersih dapat tumbuh 50% dibanding tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp150 miliar,” jelas dia.

Di kuartal pertama tahun ini, perseroan membukukan pertumbuhan laba sebesar Rp 306,13 miliar atau tumbuh tajam 851% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 32,19 miliar. Direktur PT Kino Indonesia Tbk, Budi Muljono pernah bilang, selain dari pendapatan penjualan, raihan laba tersebut disokong pula oleh selisih nilai investasi dengan nilai wajar aset neto yang diperoleh pada saat anak perusahaan KINO yaitu PT Kino Food Indonesia diakuisisi oleh entitas induk. Dimana nilai keuntungan tersebut mencapai Rp 264,21 miliar.

Sedangkan di satu sisi, pendapatan perusahaan tumbuh sebesar 20,19% atau sebesar Rp 1 triliun pada tahun ini. Sedangkan pada kuartal I tahun lalu, pendapatan yang dicatatkan oleh perusahaan sebesar Rp 832, 49 miliar. “Perolehan pendapatan serta laba sudah memenuhi sekitar 20% dari total target tahun ini. Maka dengan pencapaian tersebut, kita memperkirakan hingga semester 1 nanti, perusahaan dapat memperoleh pertumbuhan laba dan pendapatan 20% lebih tinggi dibanding pada semester I tahun lalu,”ungkapnya.

Perseroan memproyeksikan akan mendapatkan pendapatan sebesar Rp 2,04 triliun pada semester I tahun ini. Sedangkan laba yang coba diraih sebesar Rp 86,04 miliar pada akhir semester I nanti. Budi sendiri optimistis mengenai target pertumbuhan pendapatan dan laba tersebut. Menurutnya, produk-produk KINO masih memiliki upside yang tinggi. Hal itu sudah dibuktikan dengan kinerja KINO sepanjang tahun lalu. “Industri FMCG hampir tidak tumbuh tapi KINO masih mampu mencatatkan pertumbuhan dua digit,”tuturnya.

BERITA TERKAIT

Paramitra Sarana Bagikan Dividen Rp 19,5 Miliar

NERACA Jakarta –Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) menyepakati unuk membagi dividen sebesar…

Anak Usaha DEAL Bidik Kontrak Rp100 Miliar

NERACA Jakarta - Kejar pertumbuhan pendapatan lebih besar lagi, PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) melalui anak usahanya mengincar kontrak jangka…

Bidik Dana IPO Rp 62,5 Miliar - Bima Sakti Pertiwi Percantik Mal di Pekanbaru

NERACA Jakarta – Guna mendanai ekspansi bisnis berupa pembebasan lahan dan pembangunan mall baru, PT Bima Sakti Pertiwi (BSP) perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…