BFI Finance Bukukan Laba Rp 337 Miliar

NERACA

Jakarta – Emiten pembiayaan kendaraan, PT BFI Finance Indoneisa Tbk (BFIN) mencatatkan laba bersih kuartal pertama tahun ini sebesar Rp 337 miliar atau turun dibandingkan priode yang sama tahun lalu mencapai Rp 351 miliar.

Kata Direktur Keuangan BFI Finance, Sudjono, penurunan laba bersih itu terjadi lantaran peningkatan pencadangan guna menjaga tingkat kesehatan pembiayaan di tengah lesunya realisasi kredit.”Kami lakukan pencadangan agar pembiayaan yang disalurkan tetap sehat. Selain itu, laba bersiih kami pada kuartal I dan II tahun lalu itu tumbuh sangat signifikan, sekitar 50%, sehingga wajar bisa tahun ini nampak menurun,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran BFI Finance, Sutadi optimistis realisasi pembiayaan pada kuartal II/2019 bisa lebih baik. Menurutnya, momentum Ramdan dan Lebaran pada triwulan kedua tahun ini memberikan sedikit asa pada peningkatan penyaluran kredit. Kendati baru memasuki akhir bulan Mei, dia meyakini kinerja perseroan mampu tumbuh sekitar 10% pada triwulan kedua 2019.Kami lihat di kuartal kedua positif. Kami lihat kurang lebih bisnis bisa tumbuh 10%,” tegasnya.

Selain itu, di kuartal pertama tahun ini, perseroan juga membukukan pertumbuhan piutang pembiayaan sekitar 6,1% atau senilai Rp17,90 triliun. Dimana realisasi itu meningkat 6,1% karena pada periode yang sama tahun lalu piutang pembiayaan perseroan mencapai Rp16,87 triliun. Menurut perseroan, pencapaian itu terbilang baik lantaran industri pembiayaan dinilai masih terdampak oleh kondisi ekonomi dan kontestasi politik jelang pemilihan umum.”Di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi serta kondisi wait and see terkait kontestasi politik di mana pelaku usaha dan konsumen manahan diri dalam berinvestasi dan belanja modal sampai adanya kepastian politik lima tahun ke depan,”ujarnya.

Asal tahu saja, dari realisasi total piutang pembiayaan tersebut, sebesar Rp3,35 triliun merupakan pembiayaan baru. Dari jumlah itu, sekitar 67,5% bersumber dari pembiayaan kendaraan roda empat, 17,7% dari pembiayaan kendaraan roda dua, dan 13,5% berasal dari pembiayaan alat berat dan mesin. Selebihnya, bersumber dari pembiayaan properti atau property backed-financing dan pembiayaan berbasis syariah.

Perseroan mengungkapkan, pembiayaan baru ini turut mengerek kenaikan aset perusahaan sebesar 3,5% menjadi Rp18,46 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode tersebut, perseroan juga mampu menjaga rasio pembiayaan bermasalah atau non performing finance (NPF) pada kisaran 1,33%. Capaian itu, dinilai lebih rendah dari rata-rata NPF industri pembiayaan yang mencapai 2,71% pada periode yang sama.

BERITA TERKAIT

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…

MAPI Lunasi Pokok Obligasi Rp 205,45 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang dan juga menjaga kesehatan keuangan, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) telah melunasi pokok obligasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…