Napak Tilas Kejadian Alam Dahsyat - Taman Edukasi Tsunami :

Salah satu bukti kedahsayatan gelombang tsunami yang melanda Banda Aceh Desember 2004 silam dapat disaksikan melalui keberadaan PLTD Apung. Kapal Pembangkit Listrik tenaga Diesel (PLTD) Apung 1 milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) merupakan Kapal pembangkit listrik berkapasitas 10 Mega watt, dengan berat lebih dari 2.600 ton, panjang 63 m, lebar 9 m dan luas 1.600 m yang terdampar ke Kelurahan Punge Blang Cut akibat tragedi Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 silam kini dijadikan monumen oleh Pemerintah Kota Banda Aceh. Hadirnya kapal ini di Punge Blang Cut, Banda Aceh empat tahun lalu merupakan hikmah dari bencana yang maha dahsyat tersebut dan menjadikan kelurahan yang berpenduduk sekitar 6.000 jiwa ini semakin dikenal masyarakat dunia.

Lokasi ini, sebelum kejadian gempa dan tsunami merupakan kawasan yang padat penduduk. Keberadaan kapal persis di atas tiga unit rumah warga dan membentang di tengah jalan utama kampung tersebut. Pengunjung lokasi situs tsunami diberi kesempatan untuk menaiki kapal. Dari atas kapal ini pengunjung dapat dengan bebas menyaksikan panorama kota Banda Aceh yang sekarang sudah mulai tertata kembali. Bahkan dari atas kapal juga dapat dipandang kejauhan Teluk Sabang yang dibentangi Samudra Hindia.

Hanya berjarak lebih kurang 30 meter dari letak kapal PLTD Apung, terdapat sebuah taman yang dibangun oleh PT. BMW Indonesia dan Yayasan Citra Mandiri Jakarta. Taman untuk pembelajaran atau simulasi tsunami ini diberi nama ‘Taman Edukasi Tsunami’. Taman ini termasuk dalam area rencana pembangunan monumen tsunami. Di taman ini terdapat jenis pohon-pohon langka yang pernah tumbuh di Aceh dan telah hilang ditebas gelombang tsunami, seperti pohon jeumpa, pohon seulanga, pohon cempaka, pohon asam dan lain-lainnya. Di taman ini juga terdapat kolam ikan yang besar, fasilitas permainan anak-anak, di samping bangunan utama yaitu gedung simulasi tsunami yang memamerkan dokumentasi dan foto-foto kejadian tsunami. Di gedung ini ada tribun terbuka untuk pertunjukan film dokumenter tentang kejadian dan kisah saat bencana tsunami terjadi serta dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan seni.

Taman edukasi pertama di Indonesia ini diresmikan oleh Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Irwandi Yusuf. Hadir pada acara peresmian antara lain Presiden Direktur PT BMW Indonesia, Joerg Kelling serta Ketua Yayasan Mitra Mandiri, John S. Karamoy. Lokasi taman ini merupakan bagian dari Situs Peringatan Tsunami seluas 45.000 m2 yang telah disediakan oleh pemerintah daerah.

Menurut Irwandi Yusuf, peristiwa tsunami tahun 2004 yang telah menelan banyak korban jiwa dan harta benda tersebut tidak mungkin dilupakan begitu saja oleh rakyat Aceh. Irwandi yakin Taman Edukasi Tsunami akan sangat membantu masyarakat untuk dapat mengobati trauma mereka. “Taman Edukasi Tsunami ini akan sangat dirasakan manfaatnya bagi generasi muda dalam memahami terjadinya tsunami serta dampak yang ditimbulkannya terhadap individu, komunitas, budaya serta lingkungan. Inisiatif BMW untuk membangun taman ini merupakan sebuah langkah luar biasa yang dapat menggugah semangat dan memupuk rasa kebersamaan diantara generasi muda untuk dapat membangun kembali Aceh,” ujar Irwandi beberapa waktu lalu.

Di lokasi wisata tsunami PLTD Apung Dan Taman Edukasi Tsunami juga terdapat aneka jajanan, warung dan café sederhana yang menyajikan aneka makanan dan kopi khas Aceh. Pada lokasi ini terdapat tempat penjualan aneka souvenir, kaos-kaos bergambar kapal apung dan taman edukasi. Khusus pada hari minggu terakhir setiap bulannya, Pemuda Kelurahan Punge Blang Cut bersama Kelompok Sadar Wisata menggelar pentas seni, drama dan pertunjukan musik untuk menghibur pengunjung di taman edukasi tsunami.

Related posts