Papan Akselerasi Bisa Capai Rp 1 Persaham - Menjangkau Investor Ritel

NERACA

Jakarta –Meskipun peraturan perdagangan pada papan akselerasi di bursa tengah digodok, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan kehadiran papan ketiga bursa tersebut akan menjangkau masyarakat membeli saham di pasar modal dan ditargetkan rampung di kuartal tiga tahun ini. Pasalnya, batas minimum harga saham pada papan akselerasi Rp 1, sedangkan papan utama pengembangan Rp 50. “Adapun harga saham Rp1 hingga Rp10 berlaku auto reject 1 dan harga saham lebih dari Rp10 berlaku auto reject 10%,”kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono W Widodo di Jakarta, kemarin.

Sedangkan pada saat pencatatan perdana, berlaku auto reject yang sama dengan perdagangan reguler. Hal tersebut berbeda dengan saham pada papan pengembangan dan utama yang berlaku 2 kali dari batasan hari normal. Sementara bagi anggota bursa (AB) wajib memastikan nasabahnya menerima informasi mengenai saham-saham papan akselerasi.

Sedangkan bagi AB yang memiliki surat persetujuan dari BEI untuk menyediakan fasilitas penyampaian pesanan secara langsung bagi nasabah, maka wajib memberikan tampilan khusus atas saham papan akselerasi. Adapun rencana BEI akan melakukan pengembangan front end online trading hingga September 2019, mock trading dengan pelaku pasar mulai tanggal 19 September hingga 19 oktober 2019 dan berlaku umum pada bulan November 2019.

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi menjelaskan, harga saham di papan akselerasi diberi relaksasi agar mencerminkan kondisi perusahaan lebih nyata. Papan akselerasi adalah papan pencatatan yang disediakan untuk saham dari emiten dengan aset skala kecil atau menengah.

Hasan mengatakan, korporasi yang masuk dalam papan akselerasi merupakan perusahaan rintisan alias startup. Karena itu, harga sahamnya bisa mencapai Rp 1 per saham dan tetap mencerminkan harga wajarnya. "Kalau dibatasi (di harga Rp 50 per saham) akan ada kekhawatiran dengan papan yang lebih matang, sehingga tidak lagi mencerminkan harga wajarnya. Maka, kami tawarkan untuk dibebaskan,"ujarnya.

Dirinya menjelaskan, pergerakan harga saham perusahaan di papan akselerasi bisa naik ataupun turun dengan persentase yang besar. Hal itu karena minimal harga sahamnya bisa mencapai Rp 1 per saham. Padahal, pergerakan harga saham perusahaan tercatat ini sudah diatur dalam auto rejection atas (ARA) dan auto rejection bawah (ARB). Harga saham dengan rentang harga Rp 50 hingga Rp 200 per saham, pergerakan ARA dan ARB sebesar 35%. Lebih dari itu, perdagangan sahamnya otomatis dihentikan. Sedangkan harga saham antara Rp 200 hingga Rp 5 ribu, ARA dan ARB sebesar 25%. Saham yang harganya di atas Rp 5 ribu, batas pergerakannya 20%.

Namun, pada saat pencatatan perdana (initial public offering/IPO) diberikan relaksasi dua kali lipat ARA dan ARB-nya. Di papan akselerasi, BEI memberikan kelonggaran batasan ARA dan ARB karena harga minimalnya Rp 1 per saham. Karena itu, bursa sedang membahas aturan terkait tiering atau tingkat harga saham. Kelonggaran batasan ARA dan ARB hanya berlaku hingga harga saham perusahaan menyentuh Rp 10 per saham. Lebih dari itu, akan berlaku peraturan normal aturan ini memungkinkan investor terutama yang individu mendapatkan informasi yang lengkap.

BERITA TERKAIT

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berinvestasi Mudah Gak Pake Ribet - Ketika Semua Kemudahan Berada Dalam Genggaman

Di era digital saat ini, segala sesuatunya sangat mudah dilakukan. Tengok saja inovasi layanan industri keuangan baik itu perbankan hingga…

Geliat Sektor Industri - Anak Usaha Barito Pacific Jual Lahan 12,6 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan industri akan berdampak besarnya permintaan lahan industri di beberapa kota besar, maka melihat potensi tersebut,…

Danai Pengembangan Bisnis - Dana Brata Luhur Lepas Saham IPO 35 Juta Saham

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Dana Brata Luhur Tbk berencana melaksanakan penawaran umum perdana (initial…