BISI Bagikan Dividen Rp 300 Miliar

NERACA

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT BISI Internasional Tbk (BISI) menyepakati untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 100 per saham atau 74,29% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entintas induk untuk tahun buku 2018 yang dibayarkan atas 3 miliar saham atau seluruhnya sebesar Rp 300 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dalam pengembangan bisnisnya, Jemmy Eka Putra, Direktur Utama BISI mengatakan, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 30 miliar. Disebutkan, dana tersebut akan dipenuhi perusahaan dari kas internal perusahaan, seperti di tahun-tahun sebelumnya. Alasannya karena dana perusahaan masih sangat cukup untuk diputar sehingga BISI ini belum melirik sumber dana dari pihak eksternal.

Dia mengungkapkan, pengunaannya sebesar 15% untuk peningkatan kapasitas kemasan pestisida dan sisanya untuk perawatan dan saat ini pengunaan capex sudah terpakai Rp 10 miliar. Dirinya menegaskan, meskipun memiliki ekspor ke 10 negara, bisnis perseroan tidak terpengaruh sentimen perang dagang Amerika dan China. Tahun ini, PT BisiInternational Tbk menargetkan produksi benih jagung tumbuh 15% menjadi 45.000 ton benih.”Kami targetkan produksi benih ini naik 15%, sekitar 45.000 ton. Jumlah itu kalau ditanam setara dengan 3 Juta hektare, sudah banyak sekali," ujar Jemmy.

Tahun lalu, produksi BisiInternational hanya mencapai 36.000-37.000 ton benih jagung. Tapi dari sisi penjualan hanya mampu diserap oleh pasar sebanyak 30.000 ton. Perusahaan produsen benih jagung dan sayuran ini mengaku optimistis target produksi tahun ini bakal tercapai seiring dengan adanya pengaturan impor dari pemerintah, sehingga stok dalam negeri bisa diandalkan.

Menurutnya, dengan adanya pengaturan impor akan mendorong harga komoditas lebih stabil bagi petani.Selain itu, dengan jumlah produksinya tersebut perusahaan mematok jumlah ekspor sebanyak 1.000 ton, atau sama dari target ekspor tahun lalu. Sayangnya, perusahaan hanya mampu merealisasikan penjualan ekspor yakni setengah dari target yang telah ditetapkan tahun lalu.

Disebutkan, pada tahun lalu perseroan berhasil mengeskpor produknya ke sejumlah negara di Asia Selatan sekitar 500 ton.Ekspor benih jagung hibrida tersebut menyasar Sri Lanka dan Pakistan senilai US$ 1,5 juta.

BERITA TERKAIT

Zurich Jamin Kesehatan Hingga Rp30 miliar - Luncurkan Produk Critical Advantage

    NERACA   Jakarta - Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi untuk penyakit kritis yaitu Zurich Critical Advantage (ZCA). Produk…

Investasikan Dana Rp 87,68 Miliar - Unitras Borong 22,6 Juta Saham Saratoga

NERACA Jakarta -PT Unitras Pertama memborong 22,6 juta saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) untuk investasi. Dalam siaran persnya…

Garap Proyek 35 Ribu MW - PLN Terbitkan Global Bond US$ 1,4 Miliar

NERACA Jakarta – Guna mendanai pengembangan dan operasional bisnis, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menerbitkan surat utang (global bond) pertama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…