MNCN Perkuat Bisnis Multi Channel Network - Gandeng Kerjasama Youtube

NERACA

Jakarta – Tren meningkatnya pengguna youtube di Indonesia menjadi potensi pasar yang cukup menjanjikan untuk mendulang keuntungan. Berangkat dari hal tersebut, PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) memperkuat kemitraannya dengan YouTube dengan operasional Multi-Channel Network (MCN) secara efektif per Mei 2019.

David Fernando Audy, Presiden Direktur MNCN dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (27/5) mengatakan, kerja sama dilakukan melalui PT Suara Mas Abadi atau dikenal sebagai Star Hits, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh PT MNC Studio International Tbk. (MSIN). Perusahaan mengharapkan Star Hits MCN bisa menciptakan sinergi positif dengan PT Star Media Nusantara (“SMN”), anak perusahaan lain yang terlibat dalam perusahaan manajemen selebriti.”Dengan MCN ini, Star Hits akan dapat membantu berbagai pembuat konten yang bergabung dengan manajemen SMN danBintang Hits untuk tumbuh dan mengeksplorasi lebih banyak peluang dengan meningkatkan keterampilan pembuatan konten dan kualitas produksi,”ujarnya.

Sementara itu, Direktur Kemitraan Konten You Tube Asia Tenggara mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu yang terkemuka dan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat untuk YouTube secara global.“Kami bersemangat menyambut MNCN sebagai jaringan multi-saluran di platform kami. Kami percaya portofolio MNCN yang kaya konten, keahlian mereka dalam produksi, dan komitmen mereka untuk menciptakan konten yang memperkaya audiens Indonesia akan memberikan nilai tambah bagi ekosistem yang dinamis, “ ungkapnya.

Sejauh ini MNCN beroperasi hampir di 100 saluran YouTube dengan total lebih dari 37 juta pelanggan, menghasilkan sekitar 3-4 miliar menit streaming setiap bulan. MNCN mengunggah rata-rata 1200 konten video baru ke YouTube pada setiap hari. Hal itu merupakan klip harian dan sorotan harian dari konten siarannya.

Selain itu MNCN menghasilkan konten baru dengan total 23.000 jam per tahun, dan kerja sama ini akan memastikan dominasi dalam industri konten tradisional Indonesia ke pasar konten online yang terus berkembang. MNCN saat ini juga memiliki 300.000 jam perpustakaan konten, dengan portofolio beragam termasuk seri drama,pencarian bakat, film, infotainment, reality show, game show, dan berita / sejarah. Baru-baru ini juga MNCN menghasilkan berbagai konten yang dibuat khusus untuk platform web / streaming.

Tercatat di kuartal pertama 2019, MNCN membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 1,88 triliun, naik 18% dari Rp 1,60 triliun pada periode yang sama di 2018. Perseroan mengungkapkan, kenaikan pendapatan di kuartal pertama tahun ini ditopang oleh naiknya pendapatan iklan TV dan pendapatan terkait internet online. Dimana pendapatan iklan naik sebesar 15% dan pendapatan terkait internet online naik sebesar 330%.

Tahun ini, pereseroan menyiapkan belanja modal atau capex sebesar US$ 30 juta hingga US$ 40 juta yang bersumber dari kas internal. Angka ini hampir serupa dengan alokasi belanja modal yang digelontorkan MNCN pada tahun 2018 lalu yakni sebesar US$ 35 juta.

BERITA TERKAIT

14 Lembaga Keuangan Kerjasama Dukcapil Manfaatkan Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta - Terdapat 14 lembaga keuangan melakukan penandatanganan kerja sama dengan Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil…

Gandeng Perusahan Taiwan - Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng…

Ini Strategi Perkuat Potensi Ekspor Hortikultura

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat potensi ekspor produk hortikultura dengan membuat simpul-simpul pergudangan berskala besar di sejumlah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…