BPR Didorong Jalin Mitra Dunia Usaha

NERACA

Kendari---Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menjalin kemitraan dan saling menguntungkan dengan dunia usaha, baik dalam maupun dari luar daerah. "Saya kira dengan pelayanan yang baik dengan menawarkan berbagai produk yang dimiliki BPR, akan lebih cepat maju dan berkembang seperti dengan bank-bank pemerintah dan bank swasta lainnya," kata Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam di Kendari, Senin.

Menurut Nur Alam, sebagai lembaga perbankan dengan mengutamakan kerjasama dibidang usaha ekonomi mikro, kecil dan menengah harus pandai mencari peluang dan invonasi dengan melakukan kemitraan yang saling menguntunkan kedua belah pihak dengan tidak harus mencari keuntungan yang lebih besar. "Terus terang saja, saya katakan bahwa, kalau selama ini, dari beberapa bank swasta maupun milik pemerintah yang menawarkan bunga pinjaman kredit di atas 11% maka PD BPR Bahteramas harus berani menawarkan di bawah 10 persen bila perlu bermain antara 7%-9% dari bank-bank lain," tambahnya

Ini dimaksudkan agar tingkat kepercayaan bagi masyarakat dan kelompok-kelompok usaha kecil dan menagah yang sudah tergabung dalam kemitraan BPR dengan berbagai produk yang ditawrkan itu akan semakin besar. Dngan demikian BPR Bahteramas, akan lebih cepat maju dan berkembang seiring dengan persaingan dan kemajuan perbankan di tanah air.

Koordinator Pelaksana PD BPR Bahteramas Sultra, Abdul Razak Yusuf dalam laporan mengatakan, seiring dengan usia setahun terbentuknya PD BPR Bahteramas Sultra, modal setoran dari desa/kelurahan dan kecamatan di 12 kabupaten/kota dari tahun 2008 hingga Desemeber 2011 sebesar Rp24.305 miliar lebih.

Modal awal dari tujuh BPR Bahteramas kabupaten/kota sebesar Rp12,372 miliar dengan rincian dari Pemda Sultra sebesar Rp3,162 miliar dan dari desa/kelurahan dan kecamatan sebesar Rp9,210 miliar, dengan produk yang ditawarkan meliputi tabungan, deposito dan kredit modalkerja dan investasi. "Kelompok-kelompok usaha yang telah dibantu permodalan antara lain usaha bidang peternakan ayam, kambing, tambak, industri rumah tangga, kios sembako, usaha rental mobil, usaha rumah kos, rumah makan, pedagang asongan, usaha pembuatan kue dan pemulung," tambahnya.**cahyo

Related posts