Inti Bangun Sejahtera Bangun 800 Tower - Siapkan Belanja Modal Rp 1 Triliun

NERACA

Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) bakal menambah jumlah unit tower setiap tahun. Tahun ini, perseroan berencana membangun 600 hingga 800 unit tower. “Demi merealisasikan target tersebut, IBST telah menyiapkan capital expenditure (capex) hampir Rp 1 triliun yang berasal dari laba ditahan tahun 2018 serta fasilitas perbankan,”kata Direktur Utama IBST, Andrie Tjio di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, sejauh ini yang bisa disampaikan ada penambahan 1.000 lokasi baru untuk pemasangan tower dan di tahun 2018 lalu, jumlah unit tower IBST mencapai 5.059 unit dengan tenant mencapai 6.954. Perseroan mengungkapkan, hingga tahun 2018 lalu, mayoritas penyewa menara berasal dari operator Smartfren sebesar 72,73%.

Namun tahun ini, lanjut Andrie, perseroan berencana terus mengembangkan bisnis dan menggaet operator lainnya. Menurutnya, ini sejalan dengan strategi perseroan untuk menjadi tiga besar tower provider serta menjadi pilihan utama bagi seluruh operator. Kemudian dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan RUPS Luar Biasa juga disepakati perubahan direksi. Dimana direktur sekaligus CFO yang selama ini dipegang Joe Hermansyah digantikan oleh Jozef Ignasius Munaba. Selebihnya tidak ada perubahan lain dalam jajaran direksi perseroan.

Asal tahu saja, tingginya kebutuhan jasa telekomunikasi membuat prospek kinerja prospek saham menara telekomunikasi masih layak dikoleksi. Analis Indo Premier Sekuritas, Mino pernah bilang, ke depan permintaan data seluler akan terus meningkat dan tentunya akan berdampak positif terhadap perusahaan. "Karena seiring dengan meningkatnya permintaan operator seluler pastinya harus menambah kapasitas dan jangkauan jaringan,”ujarnya.

Sejauh ini faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja emiten menara telekomunikasi adalah seberapa banyak menara telekomunikasi yang bisa dibangun dan seberapa besar jumlah menara yang berhasil disewakan ke perusahaan telekomunikasi.Selain itu kemampuan menekan biaya operasional ikut menjadi hal yang krusial bagi kinerja emiten menara telekomunikasi.

BERITA TERKAIT

Telkomsel Siapkan Inovasi Teknologi 5G

Berambisi menjadi terdepan di industry telekomunikasi, Telkomsel berkomitmen untuk terus melakukan transformasi digital dengan mengembangkan inovasi teknologi 5G di Indonesia.…

Jaksa Agung Siapkan Jaksa Terbaik Ikuti Seleksi Capim KPK

Jaksa Agung Siapkan Jaksa Terbaik Ikuti Seleksi Capim KPK NERACA Jakarta - Jaksa Agung HM Prasetyo menyiapkan jaksa-jaksa terbaik untuk…

Smelter Feronikel PT CNI Rp 14,5 Triliun Mulai Dibangun di Kolaka

Smelter Feronikel PT CNI Rp 14,5 Triliun Mulai Dibangun di Kolaka NERACA Kolaka - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…