GHON Siapkan Belanja Modal Rp 150 Miliar - Rencanakan Bangun 90 Site Menara

NERACA

Jakarta – Guna menopang pertumbuhan bisnis organik yakni dengan rencana membangun 90 site menara, sehingga pada akhir tahun ini memiliki 645 site menara, PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) telah menyiapkan belanja modal sebesar Rp 150 miliar. “Sumber belanja modal berasal dari pinjaman PT Bank UOB Indonesia,”kata Direktur Independen Gihon Telekomunikasi Indonesia, Monika Ferolina di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, perseroan berusaha untuk meraih cash flow yang sehat untuk mensupport pembangunan menara. Kata Monika, saldo pinjaman bank per 31 Maret 2019 senilai Rp27,8 miliar atau menurun dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2018 yang sebesar Rp40,2 miliar. Hal ini terjadi karena perseroan telah menurunkan kewajiban dari hasil penerimaan kas bersih operasional.

Sementara Direktur Utama GHON, Rudolf P Nainggolan mengatakan, tahun ini perseroan mentarget pertumbuhan bisnis organik sebesar 16% untuk portofolio. Sedangkan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA sebesar 11%. "Pendapatan di 2019 akan menjadi Rp120,66 miliar dan 80% EBITDA sebesar Rp96,54 miliar," katanya.

Rudolf melanjutkan, peningkatan portofolio bisnis organik sebesar 16% tersebut akan mendorong kepemilikan 645 sites dan 300 kolokasi serta 945 penyewaan. Per 31 Maret 2019, GHON memiliki 845 penyewaan yang terdiri dari 557 sites telekomunikasi dan 288 kolokasi. "Rasio kolokasi GHON per 31 Maret 2019 meningkat menjadi 1,52 atau meningkat dibandingkan per akhir 2018 hanya 1,47. Pada 2019 ini, rasio kolokasi kami minimal 1,4," ujarnya.

Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp13,5 per lembar saham. Sehingga, total nilai dividen yang dibagikan sebesar Rp7,45 miliar atau 15,14% dari laba bersih tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp49,2 miliar. Rencananya, dividen akan dibagikan maksimal satu bulan dari tanggal keputusan RUPST. Sementara laba di tahan tersebut akan memperkuat arus kas perseroan sehingga akan menekan biaya operasional.

Di kuartal pertama 2019, GHON mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 116,83% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 14,64 miliar.Di periode tersebut, GHON juga mencatat pertumbuhan pendapatan 12,2% menjadi Rp 27,77 miliar. Perseroan menjelaskan, kenaikan laba bersih salah satunya didorong oleh kenaikan rasio kolokasi. Tercatat per 31 Desember 2018 rasio kolokasi 1,47, kini menjadi 1,52.

Sekedar tahu kolokasi adalah penambahan sewa menara dengan memanfaatkan menara yang ada. Artinya saat ini, satu menara GHON diisi oleh rata-rata 1,52 penyewa. Adanya penambahan kolokasi tentu meningkatkan efisiensi perusahaan dalam mengelola menara. Sebab, kolokasi lebih memanfaatkan menara yang sudah ada dan tidak memakan biaya maintenance yang lebih besar ketimbang pembangunan menara baru.

Di sisi lain, Rudolf mengklaim pihaknya mampu melakukan efisiensi operasional. Hal itu karena kini PT Tower Bersama Infrastructure Tbk telah terlibat sebagai pengendali setelah GHON diakuisisi perusahaan menara itu.

BERITA TERKAIT

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…

MAPI Lunasi Pokok Obligasi Rp 205,45 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang dan juga menjaga kesehatan keuangan, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) telah melunasi pokok obligasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…