Penyaluran KUR Optimis Lampaui Target

NERACA

Jakarta—Pemerintah mengaku optimistis penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) akan melampaui target pada 2012. "Hingga akhir 2012, pemerintah menargetkan KUR bakal mencapai Rp30 triliun. Kita sudah perkirakan ini," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta.

Pada awal 2012, menurut Hatta, terjadi lonjakan pemberian KUR dari perbankan kepada masyarakat. "Penyaluran KUR ini akan semakin meningkat pada Juni hingga Desember," tambahnya

Apalagi, bank penyalur dan penjamin juga bertambah dengan masuknya Bank Pembangunan Daerah (BPD) baru dan satu bank syariah yakni BNI Syariah. Selama Januari misalnya, KUR bahkan mencapai Rp1,659 triliun dengan jumlah nasabah 111.389 debitur.

KUR dialokasikan empat bank BUMN, BRI, BNI, Mandiri dan BTN, lalu Bank Bukopin dan Bank Syariah Mandiri serta 26 bank pembangunan daerah (BPD). BRI mendominasi realisasi KUR dengan total penyaluran Rp1,087 triliun. Kredit BRI mikro berkontribusi sebesar Rp903,9 miliar dengan 104.107 debitur dan BRI ritel Rp183 miliar dengan 746 debitur.

Sementara BNI di posisi kedua dengan realisasi penyaluran KUR Rp186,4 miliar kepada 1.835 debitur dan disusul Bank Syariah Mandiri sebesar Rp87,7 miliar dengan jumlah nasabah 1.195 debitur. Khusus untuk BTN dan Mandiri, kedua bank ini telah menyalurkan KUR masing-masing Rp68,7 miliar kepada 464 debitur dan Rp40,9 miliar untuk 244 debitur.

Untuk BPD, pemerintah mencatat bank-bank daerah ini mampu menyalurkan dana KUR Rp186,6 miliar kepada 2.769 debitur. Pada 2011, pemerintah menargetkan penyaluran KUR sampai Rp20 triliun. Realisasi penyaluran KUR tahun mampu menembus Rp 30 triliun.

Ditempat terpisah, Lembaga riset Mars Indonesia mengungkapkan penggunaan komputer untuk mendukung operasi bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) di tanah air masih kecil atau baru mencapai 14%. "Dari 14 persen UKM yang menggunakan sarana komputer tersebut, baru 3 persen di antaranya yang paham tentang "cloud computing" (komputasi awan)," kata President Direktur Mars Indonesia, Asto Subroto, di Jakarta, Senin.

Menurut Asto, penggunaan komputer sebagai pendukung operasi sepertinya sudah menjadi keniscayaan bagi dunia bisnis, termasuk UKM. "Cloud Computing" adalah solusi pemanfaatan jaringan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan secara sementara di komputer pengguna termasuk desktop, komputer tablet, notebook, gadget lainnya.

Semakin berkembang sebuah bisnis, meningkat pula jumlah transaksi, network dan komunikasi, dan semakin kompleks urusan yang harus dikelola. Berdasarkan penelitian Mars di 8 kota yang melibatkan lebih dari 1.700 responden pengusaha UKM, sebanyak 32 persen menggunakan komputer untuk mengelola stok (persediaan), 14% untuk mengelola basis data pelanggan, dan 20% untuk mengelola email server, dan lain-lain. **cahyo

Related posts