BSDE Patok Pertumbuhan Konservatif - Tunda Bagikan Dividen

NERACA

Tangerang– Meskipun ada keyakinan bisnis properti tahun ini masih tumbuh positif, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) masih mematok pertubuhan pendapatan yang sama dengan tahun lalu. Dimana perseroan mengincar pendapatan tahun ini sebesar Rp6,6 triliun. Pada sisi pra penjual, perseroan menargetkan dapat membukukan Rp6,2 triliun dan hingga kuartal I 2019 telah mencapai Rp1,6 triliun atau 25% dari target.

Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, mengatakan untuk menopang target pendapatan tersebut perseroan telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp3 triliun sepanjang tahun 2019. Hingga kuartal I 2019 perseroan telah mengelontorkan belanja modal Rp500 miliar.”Belanja modal itu telah digunakan untuk pengembangan proyek hunian yang telah ada dengan memperluas kawasan tersebut, pembangunan perbelanjaan dan perkotaan di Jabodetabek,”ujarnya di Tangerang, Kamis (23/5).

Dia menambahkan, sumber belanja modal berasal dari kas internal. Sebab, hingga akhir 2018 kas internal perseroan tercatat sebesar Rp8 triliun. Disebutkan, besaran belanja modal Rp3 triliun masih dapat ditutupi dengan kas internal. Sementara itu,kata dia, untuk memperkuat arus kas perseroan, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) memutuskan menyetujui penggunaan laba bersih tahun 2018.

Dengan rincian, Rp 2 miliar untuk cadangan umum sesuai dengan undang- undang perseroan terbatas dan sisanya ditempatkan sebagai laba ditahan. Sebagai informasi, di kuartal pertama 2019, PT Bumi Serpong Damai Tbk mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp618,23 miliar atau naik 51,82% dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya.

Sementara pendapatan perseroan sebesar Rp1,63 triliun atau turun 4,11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp1,70 triliun. Adapun, perseroan mampu menekan beban pokok penjualan menjadi Rp407,02 miliar, turun 24,42% dibandingkan dengan kuartal I/2018 senilai Rp538,59 miliar.

Dengan demikian, laba kotor perseroan tercatat Rp1,22 triliun atau naik 5,17% dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu senilai Rp1,16 triliun. Selain itu, perseroan juga mengalami peningkatan pada pendapatan bunga dan investasi senilai Rp114,88 miliar atau naik 53,89% dari Rp74,65 miliar di kuartal I/2018. Rugi atas selisih kurs perseroan juga berkurang menjadi Rp30,22 miliar dari sebelumnya Rp63,34 miliar.

Tahun ini, perseroan memasang target marketing sales senilai Rp6,2 triliun. Perusahaan pengembang properti ternama ini mengungkapkan, penjualan residensial masih akan menjadi kontributor utama marketing sales pada tahun ini, yaitu sebesar 56% dari total target marketing sales, sedangkan sisanya sebesar 44% bakal dikontribusikan oleh produk komersial seperti tanah (lot), ruko dan kondominium.

PT Bumi Serpong Damai Tbk menjadi jawara kapitalisasi pasar (market cap) di antara para emiten properti di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham anak usaha grup Sinarmas ini masih jadi favorit analis pasar modal. Saat ini, BSDE tercatat memiliki landbank seluas2.500 hektare sampai 2.600 hektare.

Lantaran harga rumah saat ini masih cenderung tinggi, Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menilai, pengembang lebih berpeluang untuk mengembangkan bangunan high riseuntuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat dengan harga yang terjangkau. Nah, landbank yang luasmenjadi peluang bagi BSDE untuk bisa membangun bangunan apapun yang dibutuhkan oleh konsumennya.

BERITA TERKAIT

Dinilai Tidak Bersifat Material - Steadfast Tolak Gugatan Pailit Cable Source

NERACA Jakarta – Perusahaan galangan kapal, PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) membantah dan menolak seluruh permohonan gugatan pailit yang diajukan…

Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka…

Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…