Produksi Batu Bara Golden Energy Tumbuh 45% - Permintaan Pasar Meningkat

NERACA

Jakarta – Kuartal pertama 2019, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) membukukan pertumbuhan produksi batu bara 45%. “Produksi batu bara naik 45% dari kuartal I tahun lalu. Diharapkan peningkatan produksi terus berlanjut,”kata Direktur Utama Golden Eagle Energy, Roza Permana Putra di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, perseroan terus meningkatkan produksi tahun ini, khususnya dari tambang di Sumatra Selatan. Roza memproyesikan, untuk jenis batu bara yang diproduksi perseroan masih memiliki permintaan yang tinggi baik dari dalam maupun luar negeri terutama pasar-pasar baru di Asia Tenggara.

Pihaknya menilai banyak pembangkit listrik baru menggunakan batu bara kalori 4.000 kcal/kg—4.200 kcal/kg.“Sampai hari ini kami cukup optimistis dengan perkembangan market batu bara kami,” imbuhnya.

SMMT melaporkan produksi batu bara sudah mencapai 446.000 ton pada kuartal I/2019. Realisasi itu tumbuh 45% dibandingkan dengan 307.000 ton pada periode yang sama tahun lalu. Adapun, volume realisasi volume penjualan sebanyak 411.000 ton pada kuartal I/2019. Pencapaian tersebut naik 17% dari 351.000 ton per akhir Maret 2018.

Sementara pada 2018, Roza menjelaskan bahwa perseroan membukukan penjualan Rp190 miliar. Realisasi itu meningkat 230% dari Rp57 miliar pada 2017. Dari situ, laba bersih perseroan naik ke Rp85 miliar pada 2018. Pencapaian itu naik lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya Rp40 miliar. Dia membeberkan, naiknya penjualan tersebut terutama berasal dari peningkatan volume produksi di Sumatra Selatan sebesar 234%. Pencapaian itu ditopang peningkatan kualitas jalan angkut serta armada angkut. “Untuk pertama kalinya juga pada 2018 PT Triaryani melakukan ekspor ke negara tujuan Thailand dan Kamboja,” imbuhnya.

Saat ini, SMMT memiliki dua aset tamban batu bara utama yang telah beroperasi yakni PT Internasional Prima Coal di Kalimantan dan Triaryani di Sumatra Selatan. Pada 2018, volume penjualan batu bara dari Internasional Prima Coal mencapai 922.000 ton atau tumbuh 8% secara tahunan. Selanjutnya,Triaryani merealisasikan volume penjualan 480.000 ton atau tumbuh 240% secara tahunan.

Dengan demikian total penjualan SMMT tahun lalu mencapai 1.402 ton. Total volume produksi yang dihasilkan 1,5 juta ton atau tumbuh 45% secara tahunan pada 2018. Sebagai informasi, perusahaan batu bara ini membidik pertumbuhan volume produksi dan penjualan 30% dari realisasi tahun 2018. Dengan demikian, target pendapatan dan laba bersih akan berjalan seiring dengan rencana pertumbuhan tersebut.

Menurut Chrismasari Dewi Sudono, Corporate Secretary Golden Eagle Energy, pencapaiantop linedanbottom linemasih sangat tergantung dari fluktuasi harga batu bara. Di sisi lain, Chrismasari menyebut, perseroan saat ini telah memiliki sarana infrastruktur dan logistik yang cukup untuk menunjang produksi. Target belanja modal ataucapital expenditure(capex) tahun ini menurutnya kurang dari Rp50 miliar. “Capex lebih digunakan untuk mengoptimalkan sarana infrastruktur dan logistik yang sudah ada,”ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Pemohon "Kartu Kuning" di Lebak Meningkat Tajam

Pemohon "Kartu Kuning" di Lebak Meningkat Tajam NERACA Lebak - Pemohon "Kartu Kuning" di Kabupaten Lebak, Banten, setelah lebaran meningkat…

Mayora Targetkan Penjualan Tumbuh 11,1%

Masih terjaganya daya terjaganya daya beli masyarakat menjadi optimisme pelaku industri makanan dan minuman (mamin) dan consumer goods bila tahun…

Sektor Produksi - Industri Galangan Kapal Ingin Bea Masuk Komponen Diturunkan

NERACA Jakarta – Industri galangan kapal menginginkan bea masuk komponen diturunkan dari 5-12 persen menjadi hingga nol persen untuk meningkatkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…