PLN Siapkan Listrik 10.000 MW untuk Industri

NERACA

Bekasi – PT PLN (Persero) sudah menyiapkan pasokan listrik sekitar 10.000 megawatt (MW) untuk melayani kebutuhan listrik kalangan bisnis dan industri. Data PLN meyebutkan, ketersediaan pasokan listrik untuk Jawa dan Bali saat ini mencapai sekitar 30.000 MW dengan beban puncak (peak load) berkisar 20.000 MW. Itulah sebabnya, PLN menegaskan, sisa dari pasokan listrik Jawa Bali sejumlah 10.000 MW, dapat dioptimalkan untuk memberikan jaminan pasokan listrik untuk para investor agar menanamkan modalnya di Indonesia.

“PLN saat ini sudah siap untuk melayani kebutuhan listrik yang diperlukan bagi kalangan bisnis dan industri yang terus mengalami pertumbuhan,” ujar Direktur Operasi PLN Jawa Bali, Ngurah Adnyana, di Bekasi, Senin (26/3).

Sementara itu, PLN berhasil melakukan energizing (sinkronisasi) pertanda mulai beroperasinya Gardu Induk (GI) Hankook 150 kilo Volt (kV) yang dibangun khusus untuk memasok listrik ke PT Hankook Tire Indonesia (HTI). GI Hankook berlokasi di kawasan industri Lippo Cikarang Kabupaten Bekasi. PT HTI adalah perusahaan PMA asal Korea Selatan yang bergerak di bidang industri (pabrik ban).

Menurut Ngurah, pembangunan Gardu Induk khusus bagi pelanggan dalam waktu kurang dari 1 tahun bahkan hanya membutuhkan 8 bulan. Dengan waktu pembangunan gardu induk yang lebih cepat, PLN mampu melayani pelanggan industri dengan efisiensi waktu yang tinggi, sehingga diharapkan dapat memberikan dorongan bagi industri baru untuk segera beroperasi dan terus bertumbuh sehingga dapat berdampak pada tersedianya lapangan kerja baru.

“Dengan keberhasilan energize GI Hankook yang tepat waktu, maka secara teknis PLN telah siap memasok listrik bagi kebutuhan pabrik milik Hankook. Hal ini juga memperlihatkan kesiapan PLN untuk memasok listrik bagi kebutuhan industri dengan daya yang cukup dan waktu yang lebih cepat Kalau dulu, untuk membangun gardu induk diperlukan waktu sekitar 1,5 tahun,” imbuhnya.

Senada dengan pernyataan di atas, Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun menjelaskan pentingnya PLN menunjukkan komitmennya dalam memenuhi kebutuhan pasokan listrik bagi industri dan investor lokal maupun asing. “Yang penting adalah peristiwa kita ingin menunjukkan kepada calon-calon investor yang lain bahwa PLN bisa komitmen untuk memenuhi keinginan mereka. Karena di belakang Hankook ini, menyusul ratusan calon investor. Mereka sedang menunggu informasi dari BKPM yang menyatakan bahwa investor itu sedang menunggu bagaimana pelayanan listrik di Indonesia,” jelasnya.

GI Hankook akan mendapat pasokan listrik dari GI Cikarang dan GI Cibatu melalui jaringan transmisi tegangan tinggi 150 kV. Pembangunan Gardu Induk Hankook ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi kebutuhan pasokan tenaga listrik ke HTI sebesar 90 MVA dan direncanakan dilakukan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, diharapkan sudah bisa disalurkan tenaga listrik 30.000 kilo Volt Ampere (kVA). Tahap kedua, Juli 2012 sebesar 30.000 kVA. Tahap ketiga, September 2012 sebesar 30 kVA. Pada bulan Juli 2011 lalu PLN dan HTI telah menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik dengan layanan premium gold.

Menurut Benny, dari layanan Premium gold dapat memberikan pendapatan kita sekitar 1,5 miliar per bulan. Nilai premium gold seharga 745 rupiah/KWh, masih di di subsidi modal sebenarnya sekitar 800 rupiah/KWh. Kalau premium regular, Perusahaan membayar dengan tarif 605 rupiah/KWh. Asumsinya, perusahaan rata-rata menggunakan tahap pertama yaitu 30 mVA. “Kalau normal kira-kira konsumsi listriknya antara gold dan regular kita dapat tambahan sekitar 1,6 miliar per bulan atau sekitar 20 miliar per tahun,” tukasnya.

Related posts