Impack Anggarkan Capex Rp 188 Miliar - Tingkatkan Kapasitas Produksi

NERACA

Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) tahun ini menyiapkan belanja modal sebesar Rp 188 miliar. “Sumber pendanaannya sebesar 50% bakal berasal dari pinjaman bank dan leasing. Untuk leasing digunakan khusus untuk pembelian kendaraan. Sementara 50% sisanya berasal dari dana internal,”kata Corporate Finance PT Impack Pratama Industri Tbk, Chairul Kurniawan di Jakarta, Kamis (23/5).

Perseroan mengungkapkan, dari total belanja modal sebesar Rp 188 miliar, sebesar Rp 140 miliar akan digunakan untuk pembelian tanah dan bangunan. Kemudian Rp 34 miliar untuk mesin dan peralatan dan untuk kendaraan Rp 6 miliar, sementara peralatan kantor dan pabrik Rp 7 miliar. Perseroan menjelaskan, salah satu segmen bisnisnya yakni atap UPVC-Alderon bakal ditingkatkan kapasitas produksinya.

Maka untuk meningkatkan kapasitas produksi, IMPC berencana menambah empat mesin baru. Janto menjelaskan, perkembangan produk UPVC-Alderon sangat pesat dan bakal yang paling bertumbuh signifikan tahun ini. Kendati volumenya belum sebesar produk utamanya yakni polycarbonate, Alderon sudah masuk ke proyek besar di antaranya untuk kandang sapi milik perusahaan yoghurt Cimory, seluas 8.000 meter persegi dan Stadion Cilegon-Banten seluas 3.500 meter persegi.”Di tahun 2018, pertumbuhan penjualan produk Alderon di sektor ritel tumbuh 52% dan sektor proyek 49%,” papar Janto.

Perseroan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) memutuskan untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp 48,34 miliar atau 55,9% dari laba bersih tahun buku 2018 yang sebesar Rp 86,44 miliar. Dengan total dividen ini, artinya, "Setiap saham memperoleh dividen tunai sebesar Rp 10 per lembar saham," ujar Lenggana Linggawati, Sekretaris Perusahaan PT Impack Pratama Industri Tbk.

Lenggana menjelaskan, pembayaran dividen akan dilakukan sekitar 20 Juni 2019. "Agak tertunda karena libur lebaran. Sekarang masih diurus di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia)," tambahnya.

Sepanjang 2018 IMPC meraup pendapatan sebesar Rp 1,39 triliun, tumbuh sekitar 14,5% dibanding capaian tahun 2017. Adapun laba bersih perusahaan pada 2018 turun tipis menjadi Rp 86,44 miliar dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 87,26 miliar.

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

Saat Ini Momentum Tepat Starup Go Public

Maraknya beberapa perusahaan starup yang mencatatkan saham perdananya di pasar modal, menjadi sentimen positif bagi perusahaan starup lainnya untuk mengikuti…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…